Menko PMK Sebut Ketersedian Air Bersih Bisa Cegah Stunting

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 22 Maret 2021 | 20:36 WIB
Menko PMK Sebut Ketersedian Air Bersih Bisa Cegah Stunting
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Air Sedunia ke-29 di Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021). [Dok. Humas Kemenko PMK]

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut masalah ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan isu pembangunan manusia, khususnya masalah stunting pada anak. Pasalnya, air bersih menjadi faktor penting bahkan hingga 70 persen untuk pencegahan stunting. 

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Air Sedunia ke-29 di Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten pada Senin (22/3/2021). 

"Keberadaan air bersih ini sangat terkait erat dengan masalah-masalah pembangunan manusia khususnya di bidang kesehatan, dan terutama berkaitan dengan upaya kita perang melawan stunting," kata Muhadjir. 

Saat ini, angka stunting masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67 persen pada 2019.

Lantaran itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun telah mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024. 

Karena target tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka Muhadjir yang juga merupakan Ketua Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penyediaan Air Minum mengatakan kalau ketersediaan air bersih dan sanitasi berkontribusi besar dalam penanganan stunting. 

Menurutnya, intervensi penyediaan air minum, sanitasi yang layak serta perubahan perilaku berkontribusi 70 persen dalam pencegahan stunting.

"Jadi bukan hanya soal gizi bayi, bukan hanya pemberian asupan gizi yang memenuhi standar untuk ibu hamil ibu menyusui. Tetapi penyediaan air minum dan sanitasi layak mempunyai share yang besar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menerangkan kalau akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi dasar merupakan salah satu program prioritas nasional. Itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 185 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi.

baca juga

Pada 2020, tercatat sebanyak 90,21 persen rumah tangga memiliki akses air minum layak dan 20,69 persen rumah tangga memiliki air minum perpipaan.

Sementara itu, pemerintah menargetkan Indonesia bisa mencapai 100 persen akses minum layak pada 2024, 15 persen akses air minum aman, 30 persen akses air minum perpipaan dan 10 juta sambungan rumah. 

Karena itu, Muhadjir menerangkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan percepatan penyediaan air minum dan sanitasi yang aman. Berdasarkan Perpres Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi, setidaknya ada empat kebijakan dan strategi yang ditekankan pemerintah.

Pertama soal peningkatan tata kelola kelembagaan untuk penyediaan air minum layak dan aman, kedua yakni peningkatan kapasitas penyelenggara air minum, ketiga pengembangan dan pengelolaan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM), dan keempat perubahan perilaku masyarakat serta upaya konservasi sumberdaya air. 

Selain pemerintah, menurutnya masyarakat juga harus ikut andil dalam merawat ketersediaan air bersih. Minimal dengan cara menghargai dan memanfaatkan air dengan bijak. 

"Ini kerja keras kita bagaimana mengetuk ruang kesadaran masyarakat kita. Sehari-hari kita masih berperilaku boros terhadap air tidak pernah berpikir bahwa setiap tetes air itu mengandung makna untuk kehidupan," ujarnya.

"Melalui momentum Hari Air Sedunia ke-29 ini saya mengajak semua pihak untuk mewujudkan pembangunan air minum yang aman bagi semua masyarakat di tahun 2030 melalui kerja sama semua pihak baik pusat dan daerah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Besar bagi Mata Air di Kawasan Bandung Utara

Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Besar bagi Mata Air di Kawasan Bandung Utara

Jabar | Senin, 22 Maret 2021 | 16:30 WIB

Sejarah Hari Air Sedunia atau World Water Day 22 Maret 2021

Sejarah Hari Air Sedunia atau World Water Day 22 Maret 2021

News | Senin, 22 Maret 2021 | 12:44 WIB

Hari Air Sedunia: Warga Dipusingkan Air Sungai Berubah Jadi Hitam dan Bau

Hari Air Sedunia: Warga Dipusingkan Air Sungai Berubah Jadi Hitam dan Bau

News | Senin, 22 Maret 2021 | 10:56 WIB

Terkini

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:16 WIB

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

×