Suka Makan di Luar Rumah? Waspada Tingkatkan Risiko Berbagai Penyakit

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Jum'at, 26 Maret 2021 | 07:36 WIB
Suka Makan di Luar Rumah? Waspada Tingkatkan Risiko Berbagai Penyakit
Ilustrasi menunggu pesanan makanan di restoran. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa sering makan di luar dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Studi ini telah diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics oleh Elsevier.

Melansir dari Healthshots, makan di luar adalah aktivitas yang populer di seluruh dunia, tetapi hanya ada sedikit penelitian yang membahas hubungannya dengan  kesehatan.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) baru-baru ini memperkirakan bahwa asupan energi harian orang Amerika dari makanan yang jauh dari rumah meningkat dari 17 persen pada 1977-1978 menjadi 34 persen pada 2011-2012. Pada saat yang sama, jumlah restoran terus bertambah dan penjualan industri restoran diperkirakan meningkat secara signifikan.

Meskipun beberapa restoran menyediakan makanan berkualitas tinggi, kualitas makanan tetap lebih baik di rumah atau masak sendiri. Apalagi jika yang Anda konsumsi di luar adalah makanan cepat saji.

Bukti telah menunjukkan bahwa makan di luar rumah cenderung lebih tinggi dalam kepadatan energi, lemak, dan natrium, tetapi lebih rendah buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan nutrisi pelindung seperti serat makanan dan antioksidan.

“Bukti menunjukkan bahwa sering makan di luar dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya,” jelas ketua peneliti Wei Bao, MD, PhD, asisten profesor, Departemen Epidemiologi, Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat, Universitas Iowa, Kota Iowa, IA, AS.

Tips Aman Makan di Restoran Agar Terhindar dari Penularan Covid-19. (Elements Envato)
Makan di Restoran. (Elements Envato)

Peneliti menganalisis data dari tanggapan terhadap kuesioner yang diberikan selama wawancara tatap muka rumah tangga dari 35.084 orang dewasa berusia 20 tahun atau lebih yang berpartisipasi dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional 1999 hingga 2014.

“Kami mengaitkan catatan ini dengan catatan kematian hingga 31 Desember 2015, kematian paling tinggi disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan kanker,” kata penulis pertama Yang Du, MD, kandidat PhD, Departemen Epidemiologi, Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat, Universitas Iowa.

Selama masa tindak lanjut, 2.781 kematian terjadi, termasuk 511 kematian akibat penyakit kardiovaskular dan 638 kematian akibat kanker.

baca juga

“Temuan kami dari sampel yang mewakili secara nasional yang besar dari orang dewasa AS ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang sering disiapkan jauh dari rumah secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko semua penyebab kematian,” tutur Dr Bao.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Ada Bahan Berbahaya di Hand Sanitizer yang Bisa Picu Kanker

Waduh! Ada Bahan Berbahaya di Hand Sanitizer yang Bisa Picu Kanker

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 10:33 WIB

Sering Tak Disadari, 6 Asupan Ini Biang Kenaikan Berat Badan dan Penyakit

Sering Tak Disadari, 6 Asupan Ini Biang Kenaikan Berat Badan dan Penyakit

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 09:23 WIB

Pekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terserang Kanker

Pekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terserang Kanker

Surakarta | Kamis, 25 Maret 2021 | 02:55 WIB

Terkini

Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?

Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:25 WIB

My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat

My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:25 WIB

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:52 WIB

Api Sore Hari

Api Sore Hari

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

×