Studi: Sindrom Patah Hati Bisa Pengaruhi Stres di Otak

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 28 Maret 2021 | 14:24 WIB
Studi: Sindrom Patah Hati Bisa Pengaruhi Stres di Otak
Ilustrasi patah hati (shutterstock)

Suara.com - Stres dapat meningkatkan aktivitas otak, yang dapat mengembangkan kondisi jantung langka yang disebut sindrom Takotsubo.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh European Society of Kardiologi, sindrom Takotsubo atau TTS juga dikenal sebagai sindrom patah hati.

Studi tersebut menemukan, semakin besar aktivitas sel saraf di wilayah amigdala di otak, semakin cepat kondisi sindrom Takotsubo berkembang. Untuk itu peneliti menyarankan intervensi untuk menurunkan stres lewat perawatan obat maupun teknik terapi menurunkan stres.

Sindrom ini dapat ditandai dengan melemahnya otot jantung, yang dapat menyebabkan ventrikel kiri jantung membangkak. Bukti menunjukkan, kondisi ini biasanya dipicu oleh tekanan emosional yang parah seperti rasa sedih, kemarahan, ketakutan, atau reaksi terhadap peristiwa traumatis.

Pasien yang mengalami ini terjadi lewat gejala nyeri dada dan sesak napas, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian.

Sindrom Takotsubo (TTS) lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, yakni 10 persen.

"Studi ini menunjukkan, peningkatan neurobiologis terkait stres di amigdala," ungkap Dr Ahmed Tawakol, wakil direktur Pusat Penelitian Pencitraan Kardiovaskular dikutip dari Healtshot.

Ia menungkapkan penyakit ini dapat meningkatkan respons stres akut pada TTS. "Ini dapat menjadi penyebab seseorang meningkatkan respons stres akut yang berpuncak pada TTS,” ungkap lelaki yang bertugas di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Sekolah Kedokteran Harvard Boston, AS.

Ia juga melihat hubungan yang signifikan antara aktivitas otak yang memengaruhi stres, dan juga aktivitas tulang sumsum. Temuan ini memberi mekanisme potensial yang berkontribusi koneksi jantung dan otak.

baca juga

Dr Tawakol dan rekannya menganalisis data pada 104 orang, dengan usia rata-rata 68 tahun, di antaranya wanita sebesar 72 persen.

"Area otak yang memiliki aktivitas metabolik lebih tinggi. Karena itu, aktivitas yang lebih tinggi dengan stres di otak menunjukkan respons yang aktif. Demikian aktivitas yang lebih tinggi pada sumsum tulang, yang mencerminkan metabolisme," ungkapnya.

Para peneliti mengungkap, orang yang mengembangkan sindrom Takotsubo memiliki aktivitas amigdala lebih tinggi, dibanding orang yang tidak mengembangkan TTS. Hal ini yang pada akhirnya memberikan efek stres lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stres Otak Bisa Sebabkan Sindrom Patah Hati, Risikonya Mengerikan

Stres Otak Bisa Sebabkan Sindrom Patah Hati, Risikonya Mengerikan

Health | Sabtu, 27 Maret 2021 | 08:01 WIB

Bukan Hanya Perasaan Semata, Ternyata Seperti Ini Bentuk Sindrom Patah Hati

Bukan Hanya Perasaan Semata, Ternyata Seperti Ini Bentuk Sindrom Patah Hati

Health | Jum'at, 08 Januari 2021 | 21:49 WIB

Stres Bisa Picu Berbagai Masalah Jantung, Termasuk Sindrom Patah Hati

Stres Bisa Picu Berbagai Masalah Jantung, Termasuk Sindrom Patah Hati

Health | Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×