Awas, Renang Bisa Bikin Vagina Kering dan Infeksi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 29 Maret 2021 | 20:10 WIB
Awas, Renang Bisa Bikin Vagina Kering dan Infeksi
Ilustrasi renang . (Shutterstock)

Suara.com - Bagi sejumlah orang, renang menjadi olahraga favorit karena menyenangkan dan juga bisa tetap bugar. Tapi pernahkah mengalami hal aneh pada vagina setelah berenang?

Jika jawabanya iya, kemungkinan besar mengalami gatal-gatal atau kekeringan. Dilansir dati Healthshots, menurut Dr Aruna Kalra, ginekolog senior dan dokter kandungan di RS CK Birla, Gurugram, bahan kimia yang ada di dalam kolam renang bisa mengganggu keseimbangan pH vagina Anda.

“Bahan kimia yang disebut kaporit sering digunakan untuk membersihkan kolam renang, karena air di kolam merupakan tempat berkembang biaknya bakteri. Bahan kimia ini bermanfaat karena membunuh bakteri yang ada di dalam air," kata dia.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi renang. (Sumber: Shutterstock)

Namun, semua bakteri tidak buruk. Vagina memiliki bakteri baik yang membantu menjaganya tetap sehat. Tapi saat memasuki kolam, klorin yang ada di dalamnya membunuh bakteri baik dan mengganggu keseimbangan pH vagina.

Sayangnya, klorin dapat mempengaruhi vagina dengan cara tertentu, dan menyebabkan infeksi berikut:

1. IInfeksi jamur

Klorin mempengaruhi keseimbangan pH vagina, dan akibatnya, meningkatkan kemungkinan jamur untuk tumbuh, sehingga menyebabkan infeksi jamur.

2. Peradangan

Klorin juga dapat menyebabkan peradangan, karena mengganggu keseimbangan pH vagina. Ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada vagina yang membuatnya bengkak atau gatal.

3. Vaginosis bakteri

Infeksi ini membuat area vagina sangat gatal, dan disertai dengan keputihan yang berbau. Ini dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan rasa sakit. Ditambah lagi, keluarnya cairan dari vagina Anda juga bisa menyebabkan masalah kulit lain di bawah sana.

4. Vulvitis

Klorin juga mempengaruhi area luar vagina. Anda bisa merasakan sensasi terbakar atau gatal pada kulit vulva Anda, jika terlalu sensitif terhadap klorin.

Dr Kalra merekomendasikan beberapa tip perawatan vagina sebelum dan sesudah untuk menghindari infeksi

Ia menyarankan untuk dapat menggunakan pembalut renang, yang mencegah air berklorin memasuki vagina saat berenang. Lepaskan selalu pakaian renang yang basah segera setelah berenang, dan kenakan pakaian dalam yang bersih dan kering.

Keringkan area vagina Anda dengan handuk setelah berenang. Jangan digosok dengan kuat, jangan pernah menggunakan handuk basah untuk membersihkan vagina setelah berenang.

“Jika ada rasa gatal atau terasa panas di vagina atau di kulit vulva setelah berenang, sebaiknya segera periksa ke dokter. Jangan memulai pengobatan apa pun tanpa rekomendasi dokter, ”tutup Dr Kalra.

Jadi nona-nona, jika Anda ingin pergi berenang, ingatlah tips ini atau Anda akan menyesalinya nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh Ampun Mengerikan! Ini Kondisi Vagina Jika Jarang Bercinta

Duh Ampun Mengerikan! Ini Kondisi Vagina Jika Jarang Bercinta

Bali | Senin, 29 Maret 2021 | 11:50 WIB

Nyeleneh! Merek Ini Rilis Baju Renang Unik, Pakai Motif Bulu Dada Pria

Nyeleneh! Merek Ini Rilis Baju Renang Unik, Pakai Motif Bulu Dada Pria

Lifestyle | Minggu, 28 Maret 2021 | 19:07 WIB

5 Bentuk Miss V Perempuan yang Menandakan Sehat

5 Bentuk Miss V Perempuan yang Menandakan Sehat

Bali | Jum'at, 26 Maret 2021 | 08:00 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB