Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:25 WIB
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
Ilustrasi Kekerasan Seksual. (Wikimedia Commons/Alnauval)
baca 10 detik
  • Pembunuhan anak di Benggala Barat memicu aksi main hakim sendiri dan penembakan tersangka utama.

  • Seorang pria tak bersalah tewas dikeroyok massa akibat tuduhan palsu dalam kerusuhan tersebut.

  • Kasus ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan seksual dan lemahnya penegakan hukum India.

Suara.com - Tragedi kekerasan seksual terhadap anak di Baruipur, Benggala Barat, kembali memicu gelombang kerusuhan dan mengungkap bobroknya sistem peradilan di India. Amuk warga yang tak terkendali berujung pada tewasnya seorang pria tak bersalah serta penembakan mati tersangka utama oleh kepolisian.

Rentetan peristiwa mematikan ini berawal ketika jasad korban berusia 11 atau 12 tahun ditemukan mengapung di sebuah kolam setempat pada hari Minggu. Penemuan jasad ini mengonfirmasi laporan kehilangan yang diajukan pihak keluarga sejak sehari sebelumnya.

Kabar duka yang beredar luas di media sosial langsung memantik amarah publik dan memicu amuk massa di berbagai penjuru kota. Warga yang tersulut emosi merusak sejumlah pertokoan serta memblokir jalur kereta api sebagai bentuk protes.

ilustrasi kekerasan seksual (freepik)
ilustrasi kekerasan seksual (freepik)

Di tengah situasi kerusuhan yang kacau, warga mengeroyok seorang pria hingga tewas karena dituduh sebagai pelaku. Namun, otoritas setempat belakangan mengonfirmasi bahwa korban amuk massa tersebut sama sekali tidak terlibat dalam kejahatan itu.

Kepala Menteri Benggala Barat, Suvendu Adhikari, menegaskan status pria yang menjadi korban salah sasaran tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media.

“Dia juga akan mendapatkan keadilan,” katanya dikutip dari CNN Internasional .

“Sekitar 200 orang yang bertanggung jawab atas perusakan kendaraan polisi dan jalur kereta api telah diidentifikasi.”

Upaya konfirmasi mendalam kepada pihak kepolisian Baruipur maupun Inspektur Jenderal Kepolisian Daerah Benggala Barat tidak membuahkan hasil lantaran tidak ada respons resmi yang diberikan.

Adhikari menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penanganan kasus ini demi keluarga korban.

baca juga

“Pemerintah dan polisi melakukan segala hal yang memungkinkan,” ujarnya.

Langkah kepolisian kembali menuai sorotan tajam setelah tersangka utama dilaporkan tewas dalam insiden penembakan saat berada dalam tahanan. Laporan media penyiaran resmi News on Air menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi secara mendadak sewaktu rekonstruksi kejadian.

Pelaku ditengarai mencoba merebut senjata api milik petugas dan melepaskan tembakan sebelum berusaha melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Kepolisian kemudian membalas tembakan yang mengakibatkan tersangka luka parah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Rentetan tindakan main hakim sendiri dan penembakan tersangka ini menjadi cermin frustrasi masyarakat terhadap lambatnya proses hukum atas kejahatan seksual di India. Kasus serupa yang memicu protes besar nasional pernah terjadi pada Desember 2012 saat seorang mahasiswi kedokteran menjadi korban pemerkosaan bergilir.

Peristiwa Nirbhaya tersebut berujung pada penjatuhan hukuman mati bagi para pelaku serta reformasi hukum pidana yang memperketat sanksi bagi pelaku kejahatan terhadap perempuan. Kendati demikian, angka kekerasan seksual di negara tersebut tetap berada pada level yang mengkhawatirkan.

Data statistik resmi pemerintah mencatat sedikitnya 29.536 kasus pemerkosaan terjadi sepanjang tahun 2024, meskipun para aktivis meyakini jumlah riil di lapangan jauh lebih tinggi.

Aktivis kemanusiaan menilai tingginya angka kejahatan seksual di India berakar kuat pada struktur sosial patriarki yang amat kental. Diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi secara meluas, mulai dari praktik uang panai (dowry) ilegal hingga preferensi anak laki-laki yang memicu aborsi selektif.

Laporan Gender Gap Report 2025 dari World Economic Forum menempatkan India pada peringkat ke-131 dari 148 negara dalam hal penyediaan kesetaraan peluang bagi perempuan.

Kematian tersangka di tangan kepolisian menambah daftar panjang keraguan publik terhadap transparansi lembaga penegak hukum. Tragedi di Baruipur ini juga memicu ketegangan politik antara Bharatiya Janata Party (BJP) yang kini memimpin pemerintahan daerah dan All India Trinamool Congress yang sebelumnya berkuasa selama 15 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:55 WIB

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 19:40 WIB

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

×