Stres Saat Pandemi Bisa Picu Naik Turun Berat Badan yang Tak Diinginkan?

Senin, 05 April 2021 | 08:27 WIB
Stres Saat Pandemi Bisa Picu Naik Turun Berat Badan yang Tak Diinginkan?
ILUSTRASI. Timbangan berat badan saat WFH. (Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda sempat mengalami penurunan atau kenaikan berat badan tidak diinginkan selama pandemi virus corona ini, ada kemungkinan itu disebabkan oleh stres.

Asisten Profesor Nutrisi di Universitas Binghamton, Universitas Negeri New York, Lina Begdache, mengatakan perubahan berat badan ini dapat terjadi, terutama dalam konteks respons stres tubuh. Ini dikenal sebagai repons fight (lawan) atau flight (lari).

Respons lawan atau lari merupakan reaksi bawaan yang berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup. Ini memberdayakan manusia untuk bereaksi cepat terhadap stres akut atau beradaptasi dengan stres kronis.

Berdasarkan The Conversation, tubuh akan menurunkan kadar neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan melatonin, saat sedang stres.

Fungsi serotonin adalah untuk mengatur emosi, nafsu makan dan pencernaan. Ketika kadar hormon ini turun, risiko kecemasan meningkat dan kebiasaan makan seseorang berubah.

Ilustrasi perubahan berat badan selama pandemi (Shutterstock)

Dopamin, neurotransmitter perasaan baik, tugasnya mengatur motivasi yang berorientasi pada tujuan. Penurunan dopamin dapat membuat motivasi seseorang terhadap olahraga, gaya hidup sehat, atau melakukan tugas sehari-hari, berkurang.

Stres juga membuat produksi hormon melatonin berkurang. Pada akhirnya orang seseorang akan kesulitan tidur.

Sebaliknya, stres meningkatkan epinefrin dan norepinefrin, yang menyebabkan perubahan suasana hati, memengaruhi kebiasaan makan, mengurangi motivasi berorientasi pada tujuan, dan mengganggu ritme sirkadian.

Secara keseluruhan, stres dapat merusak kebiasaan makan dan motivasi Anda untuk berolahraga atau makan sehat menjadi tidak seimbang. Sayangnya, setahun terakhir ini banyak orang mengalami stres.

Baca Juga: Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Bikin Berat Badan Naik, Apa Saja?

Lalu, bagaimana berat badan tubuh bisa bertambah atau berkurang?

Begdache mengatakan hal itu disebabkan oleh kenyamanan makan, yang merupakan respons alami tubuh terhadap stres.

Tetapi jika dikombinasikan dengan motivasi berolahraga dan konsumsi makanan bergizi yang rendah, stres dapat menyebabkan berat badan naik.

Sedangkan penurunan berat badan terjadi akibat proses pencernaan melambat.

Otak terhubung ke usus melalui 'sistem komunikasi dua arah' yang disebut saraf vagus. Saat stres, tubuh menghambat sinyal yang berjalan melalui saraf vagus dan memperlambat proses pencernaan.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah melatif 'self-talk' positif, ini dapat membantu menangkal respons stres dan beberapa dampak yang tidak diinginkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI