facebook

Penyintas yang Menderita Long Covid Merasa Lebih Baik setelah Vaksin

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Penyintas yang Menderita Long Covid Merasa Lebih Baik setelah Vaksin
Ilustrasi gejala long Covid (Shutterstock)

Beberapa penyintas mengaku kondisi long Covid-nya membaik setelah vaksin, tetapi peneliti belum tahu penyebabnya.

Suara.com - Hingga kini banyak penyintas infeksi virus corona mengalami gejala long Covid, seperti sesak napas, detak jantung tidak teratur, kemampuan kognitif berkurang hingga kekelahan patologis.

Tapi ternyata gejala yang hanya diderita setelah seseorang sembuh dari Covid-19 ini dapat berkurang dengan vaksin.

Salah seorang penyintas, Jessamyn Smyth, mengalami gejala long Covid tersebut selama berbulan-bulan. Setelah mendapat vaksin Pfizer, detak jantung istirahatnya mulai kembali normal dan merasa kondisinya jauh lebih baik.

"Kulit saya berbeda. Otak saya berbeda. Saya mulai merasa seperti diri saya sendiri untuk pertama kalinya dalam setahun," kata Smyth, dilansir CNN.

Baca Juga: Sejumlah 41.998 Warga Turki Terpapar Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

Penyintas lainnya, Judy Dodd, pun merasa kondisinya jauh lebih baik setelah vaksinasi. Perkiraannya, ia telah kembali 90% dari apa yang ia rasakan sebelum sakit.

Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]

"Setelah vaksin kedua, keesokan harinya saya mengalami demam tinggi, kelelahan dan sakit kepala parah selama beberapa hari. Dan kemudian saya bangun di Minggu pagi, hari keempat, dan saya merasa hebat, sikap saya berubah. Saya punya energi sekarang. Sesak napas, sakit kepala, dan, terutama rasa lelah sudah hilang," tuturnya.

National Institutes of Health AS mengatakan jika sini benar terjadi dan banyak orang mengalaminya, vaksin Covid-19 bisa menjadi game changer atau pengubah keadaan para penyintas.

Namun, para ahli belum yakin penyebabnya secara sains dan berapa lama kondisi membaik ini akan bertahan.

Sejauh ini, studi formal berskala besar tentang pemulihan vaksin masih terbatas.

Baca Juga: Berkurang 205 Orang, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.588 Pasien Covid-19

Ada satu studi observasional baru-baru ini di Inggris yang tersedia dalam bentuk pracetak karena belum ditinjau sejawat (peer-review).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar