Virus Corona Mutan Ganda dari India Ditemukan di AS, Seberapa Berbahaya?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 06 April 2021 | 09:44 WIB
Virus Corona Mutan Ganda dari India Ditemukan di AS, Seberapa Berbahaya?
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Laboratorium Virologi Klinis Standford telah mengidentifikasi virus corona mutan ganda di Bay Area California, Asmerika Serikat. Mutasi ini awalnya ditemukan di India pekan lalu.

Varian mutan ganda ini memiliki dua mutasi, E484Q dan L452R, pada lonjakan proteinnya dan telah menyebabkan 20% kasus baru di wilayah Maharashtra India.

Protein lonjakan pada SARS-CoV-2 merupakan 'alat' yang digunakan virus untuk menempel sel menusia dan bereplikasi.

"Mutasi seperti itu mempunyai potensi untuk lolos dari sistem kekebalan dan peningkatan infektivitas (vaksin)," tulis pejabat kesehatan India dalam rilis berita.

Meski India sudah memasukkannya dalam 'varian yang menjadi perhatian', Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) belum melakukannya.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

"Saat ini kami belum tahu seberapa mengkhawatirkan mutan ganda ini. Kasus meningkat di India, tetapi tidak menyebar dengan cepat," kata Timothy F. Murphy, MD, dekan senior untuk penelitian klinis dan translasi di University at Buffalo, dilansir Health.

Saat ini CDC baru mencantumkan varian asal Inggris B.1.1.7, Afrika Selatan B.1.351, dan Brasil P.1, ke dalam kategori tersebut. Artinya, varian ini telah memiliki bukti lebih menular dan menyebabkan Covid-19 yang lebih parah dibanding varian SARS-CoV-2 pertama.

"Haruskah kita mengkhawatirkan hal ini? Ya. Tapi berapa banyaknya belum jelas saat ini," sambung Murphy.

Spesialis penyakit menular dan profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mengingatkan bahwa sebenarnya varian dari India ini mungkin bukan satu-satunya yang memiliki dua mutasi.

"Biasanya suatu varian memiliki lebih dari satu mutasi," tandas Schaffner.

Berbanding terbalik dengan yang dikatakan pejabat India, Schaffner memperkirakan varian mutan ganda tidak menurunkan efektivitas vaksin atau pengobatan. Namun, menurutnya, varian seperti ini lebih menular.

"Ini akan memberikan kontribusi dalam menciptakan lebih banyak kasus. Tolong, semuanya mari kita tetap masker dan menjaga jarak sosial saat kita divaksinasi," tandas Schaffner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mutasi E484K Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Ini

Mutasi E484K Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Ini

Riau | Senin, 05 April 2021 | 18:05 WIB

India Temukan Mutasi Ganda Virus Corona Covid-19, Berbahayakah?

India Temukan Mutasi Ganda Virus Corona Covid-19, Berbahayakah?

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 14:54 WIB

Pertama Kali: Varian Baru Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan

Pertama Kali: Varian Baru Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan

Tekno | Kamis, 25 Maret 2021 | 06:15 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB