India Temukan Mutasi Ganda Virus Corona Covid-19, Berbahayakah?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 25 Maret 2021 | 14:54 WIB
India Temukan Mutasi Ganda Virus Corona Covid-19, Berbahayakah?
Ilustrasi virus corona, virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Sebuah mutasi ganda dari virus corona Covid-19 telah terdeteksi di India. Para ahli di negara bagian Maharashtra bagian barat sedang berusaha mencari tahu mutasi ganda virus corona itu lebih menular dan resisten terhadap vaksin Covid-19 atau tidak.

Tapi, para ahli mengatakan mutasi ganda ini sangat biasanya terjadi pada virus corona. Karena, virus terus bermutasi sepanjang waktu, meskipun belum jelas perbedaan cara penyebarannya.

Mutasi ganda ini ditemukan setelah 10.787 sampel dari 18 negara bagian di India dikumpulkan dan para ahli menemukan 771 kasus varian baru virus corona.

Sebanyak 771 kasus itu di antaranya 736 termasuk varian baru virus corona Inggris dan 34 varian baru virus corona Afrika Selatan.

Ahli virologi Shahid Jameel mengatakan bahwa mutasi ganda pada protein lonjakan dapat meningkatkan risiko penularan dan memungkinkan virus lolos dari sistem kekebalan tubuh.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Protein lonjakan adalah bagian dari virus yang digunakan untuk mengikat sel manusia sehingga bisa menginfeksinya.

Sementara itu, Profesor Paul Hunter, Profesor Kedokteran di University of East Anglia menjelaskan bahwa varian baru virus corona Afrika Selatan juga memiliki beberapa mutasi, termasuk N501Y.

Mutasi tersebut mirip dengan varian baru virus corona Inggris yang juga meningkatkan risiko penularan. Ia juga mengatakan bahwa varian baru virus corona India memiliki mutasi E484Q dan L452R.

"Kalau pemahaman saya, mutasi L452R pertama kali diidentifikasi di Denmark pada Maret 2020, tapi menjadi lebih umum di California pada Desember 2020. Sedangkan, E484Q juga telah terdeteksi sebelumnya," kata Profesor Paul Hunter dikutip dari The Sun.

baca juga

Tapi, para ahli masih membutuhkan waktu untuk membuktikan mutasi virus corona Covid-19 lebih berbahaya atau tidak.

Sedangkan, ahli lainnya mengatakan kalau tidak ada bukti varian baru virus corona India adalah mutasi ganda.

Menurut Dr Simon Clarke, seorang ahli biologi molekuler di Reading University, varian baru virus corona India kemungkinan besar sama dengan varian virus corona Afrika Selatan dan Brasil, yang semuanya memiliki banyak mutasi pada protein lonjakannya

Saat ini, ahli kesehatan India pun belum memberikan penjelaskan tentang penularan mutasi L452R dan ada kemungkinan besar kalau mutasi itu tidak bisa ditularkan dibandingkan varian virus corona lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menristek Ungkap 4 Indikator Seberapa Bahaya Varian Baru Virus Corona

Menristek Ungkap 4 Indikator Seberapa Bahaya Varian Baru Virus Corona

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 14:05 WIB

Lansia 80 Tahun Terkena Varian Virus Corona Inggris dan Afrika Selatan

Lansia 80 Tahun Terkena Varian Virus Corona Inggris dan Afrika Selatan

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 13:37 WIB

Varian Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan di India, Apa Risikonya?

Varian Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan di India, Apa Risikonya?

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 12:22 WIB

Terkini

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

×