Kontak Fisik Antara Ibu dan Bayi Punya Efek Positif dalam Jangka Panjang

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 06 April 2021 | 10:25 WIB
Kontak Fisik Antara Ibu dan Bayi Punya Efek Positif dalam Jangka Panjang
Ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Kontak fisik yang terjadi antara ibu dan bayinya yang baru lahir ternyata memiliki dampak jangka panjang dalam kehidupan sang buah hati. Hal ini terbukti dalam studi yang dilakukan peneliti Israel.

Lebih dari 20 tahun, para peneliti mengikuti perkembangan kehidupan bayi-bayi yang lahir pada pertengahan hingga akhir 1990-an hingga sekarang, saat mereka sudah dewasa.

Hasil terbaru studi terhadap hampir seratus orang dewasa muda menunjukkan kontak fisik antara sang ibu dan bayi memiliki dampak yang terukur pada fungsi otak sosial mereka, dan kemampuannya untuk berempati serta berhubungan dengan orang lain.

"Dampak kedekatan dengan tubuh ibu memungkinkan ibu dan anak menjadi lebih selaras, lebih sinkron satu sama lain selama 20 tahun perkembangan mereka," kata penulis studi Ruth Feldman, profesor ilmu saraf sosial perkembangan di Interdisciplinary Center Herzliya, Israel.

"Sinkronasi itu pada waktunya akan membuat otak peka sehingga lebih mampu berempati dengan emosi lainnya," sambungnya, dilansir Medical Xpress.

Skin to Skin Contact antara Ibu dan Bayi baru Lahir. (Shutterstock)
Skin to Skin Contact antara Ibu dan Bayi baru Lahir. (Shutterstock)

Secara berkala peneliti memeriksa dan menilai interaksi anak dengan keluarganya serta sinkronasi sosial ibu-anak, dimulai dengan isyarat dan tanggapan nonverbal sejak dini.

"Apa yang kami cari di otak adalah kemampuan otak untuk berempati dengan perasaan berbeda dari orang lain, kesedihan dan kesusahan orang lain, tetapi juga berempati dengan kegembiraan orang lain," lanjutnya.

Feldman mengatakan area otak yang secara khusus peka adalah amigdala dan insula.

"Kedua area itu peka oleh sinkronisasi seumur hidup agar berfungsi lebih baik, agar lebih mampu berempati dengan orang lain," imbuhnya.

Studi ini menambah data bahwa tahun-tahun awal kehidupan anak sangatlah penting. Orang tua menjadi lebih peka terhadap isyarat bayi mereka ketika mereka secara teratur melakukan kontak langsung, bahkan jika itu bukan kulit ke kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbaru, Kematian Ibu dan Bayi Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Studi Terbaru, Kematian Ibu dan Bayi Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Sumbar | Sabtu, 03 April 2021 | 10:15 WIB

Studi: Kematian Ibu dan Bayi selama Pandemi Meningkat secara Signifikan

Studi: Kematian Ibu dan Bayi selama Pandemi Meningkat secara Signifikan

Health | Kamis, 01 April 2021 | 16:14 WIB

Viral Kisah Perjuangan Bidan Terjang Ombak Demi Selamatkan Ibu dan Bayi

Viral Kisah Perjuangan Bidan Terjang Ombak Demi Selamatkan Ibu dan Bayi

Hits | Minggu, 07 Maret 2021 | 07:32 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB