Profesor Eijkman Benarkan Ada Satu Kasus Varian Covid-19 Baru di Indonesia

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 06 April 2021 | 11:29 WIB
Profesor Eijkman Benarkan Ada Satu Kasus Varian Covid-19 Baru di Indonesia
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Profesor Amin Soebandrio membenarkan  pihaknya menemukan satu kasus varian baru virus corona E484K di Indonesia, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

"Kami baru menemukan satu ditemukan di orang Indonesia, dari satu rumah sakit. tapi kalau di dunia lain sudah banyak," jelas Profesor Amin saat dihubungi Suara.com, Senin (6/4/2021).

Menurut Profesor Amin belum ada banyak informasi seputar varian E484K ini, namun ia menduga sifatnya tidak jauh berbeda dengan varian B.1.1.7 yang lebih dulu ditemukan di Inggris.

Adapun B.1.1.7 ditemukan 70 persen bisa menular lebih cepat daripada varian corona yang sudah ada dan menyebar lebih dulu di Wuhan, China. "Sifatnya mirip mirip dengan dengan B.1.1.7 walaupun tidak terlalu menonjol," ungkapnya.

Hal yang perlu disoroti menurut Profesor Amin adalah, varian E484K diduga menular lebih cepat dari B.1.1.7, sehingga akan ada lebih banyak lagi orang yang tertular. Bahkan disebut bisa meloloskan diri dari sistem kekebalan tubuh (antibodi) termasuk yang dihasilkan dari vaksin.

"Satu cara penularannya yang mungkin lebih cepat, lebih banyak orang yang ditulari, dan kemampuannya dia untuk escape (lolos) dari vaksin," tuturnya.

Kemampuannya yang diduga bisa kebal dari vaksin inilah yang Profesor Amin khawatirkan. Meskipun belum ada cukup bukti atau penelitian lebih jauh yang bisa menjawab hal ini.

Meski begitu menurut lelaki yang juga Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia itu mengakui, sudah sifat virus untuk melakukan mutasi.

Sementara itu, varian E484K adalah salah satu varian yang cukup disoroti lantaran vaksin Covid-19 yang sudah ada belum dibuktikan kemampuannya menangkal varian ini.

baca juga

Uji klinis baru-baru ini oleh Novavax dan Johnson & Johnson menunjukkan bahwa vaksin baru mereka kurang efektif di Afrika Selatan dibandingkan dengan di Inggris atau AS, yang mungkin disebabkan oleh virus tingkat tinggi yang membawa mutasi E484K.

Meski begitu, Novavax melaporkan 60 persen kemanjuran vaksin mereka di Afrika Selatan yang masih merupakan respon yang cukup baik, setara dengan vaksin influenza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Varian Baru Virus Corona untuk Anak Muda dan 4 Berita Kesehatan Lain

Risiko Varian Baru Virus Corona untuk Anak Muda dan 4 Berita Kesehatan Lain

Health | Senin, 05 April 2021 | 22:09 WIB

Kemenkes Lacak Jejak Kasus Virus Corona Baru E484K di Jakarta

Kemenkes Lacak Jejak Kasus Virus Corona Baru E484K di Jakarta

Jakarta | Senin, 05 April 2021 | 18:33 WIB

Mutasi E484K Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Ini

Mutasi E484K Terdeteksi di Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Ini

Riau | Senin, 05 April 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×