Berapa Lama Kekebalan Vaksin Covid-19 Bisa Bertahan ? Ini Kata Peneliti

Bimo Aria Fundrika | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 06 April 2021 | 13:45 WIB
Berapa Lama Kekebalan Vaksin Covid-19 Bisa Bertahan ? Ini Kata Peneliti
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 dipercaya bisa memberikan perlindungan yang bisa mencegah virus corona. Dengan program vaksinasi yang dijalankan sejumlah negara, harapannya bisa menciptakan kekebalan kelompok yang pada akhirnya menghentikan pandemi.

Namun, pertanyaan tentang kemanjuran vaksin dan durasi kekebalan yang diberikannya masih harus dijawab. Penasaran ingin tahu sampai kapan kekebalan dari vaksinasi Covid-19 bertahan?

Dilansir dari Times of India, sebuah laporan baru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mempelajari data 4.000 profesional perawatan kesehatan yang divaksinasi dan pekerja garis depan.

Studi tersebut menemukan bahwa vaksin messenger RNA (mRNA) yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna efektif pada 80 persen kasus setelah dosis pertama dan 90 persen setelah dosis kedua.

Selain itu, mereka menemukan bahwa vaksin mengurangi risiko penularan Covid-19 oleh individu yang divaksinasi kepada orang lain.

Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)

“Mengurangi risiko penularan infeksi, yang dapat terjadi di antara orang-orang dengan infeksi tanpa gejala atau di antara orang-orang beberapa hari sebelum timbulnya gejala, sangat penting di antara petugas kesehatan, penanggap pertama, dan pekerja penting dan garis depan lainnya mengingat potensi mereka untuk menularkan virus melalui sering kontak dekat dengan pasien dan publik, ”kata laporan itu.

Peneliti yang terlibat dalam uji coba fase 3 vaksin Pfizer-BioNTech mengatakan bahwa imunisasi lazim selama minimal 6 bulan pada orang yang divaksinasi. Ditemukan bahwa vaksin tersebut 100 persen efektif melawan penyakit yang terdaftar oleh CDC dan 95,3 persen efektif melawan infeksi Covid-19 yang parah seperti yang dirujuk oleh Food and Drug Administration (FDA).

Selain itu, vaksin Pfizer-BioNTech dikatakan efektif melawan varian Afrika Selatan yang dikenal dengan B.1.351.

Meseki demikian, pada tahap saat ini, kita tidak dapat sepenuhnya bergantung pada vaksin Covid-19 untuk kekebalan. Penting untuk terus mengenakan masker yang pas dan mempraktikkan jarak sosial.

Mengikuti semua langkah kesehatan masyarakat sangat penting untuk menahan virus dan melindungi diri kita sendiri dan orang yang dicintai dari hal yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puasa di Tengah Pandemi Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun? Ini Faktanya

Puasa di Tengah Pandemi Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun? Ini Faktanya

Health | Selasa, 06 April 2021 | 13:22 WIB

Tak Capai Target, Angka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Tak Capai Target, Angka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Health | Selasa, 06 April 2021 | 13:20 WIB

Larangan Mudik 2021, Khofifah: Semua Harus Melonggarkan Hati

Larangan Mudik 2021, Khofifah: Semua Harus Melonggarkan Hati

News | Selasa, 06 April 2021 | 13:14 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB