Vaksin Valneva Inggris Bisa Berikan Antibodi yang Kuat, Ini Buktinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 07 April 2021 | 13:23 WIB
Vaksin Valneva Inggris Bisa Berikan Antibodi yang Kuat, Ini Buktinya!
Ilustrasi vaksin COVID-19, vaksin Valneva (pixabay)

Suara.com - Vaksin Covid-19 telah memberikan harapan besar di tengah pandemi virus corona. Meskipun, vaksin Covid-19 tidak 100 persen melindungi kita dari virus corona Covid-19.

Tapi, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengungkapkan bahwa vaksin Valneva untuk virus corona Covid-19 di Inggris menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat daripada jenis vaksin Covid-19 lainnya.

Ada lebih dari 90 persen peserta penelitian mengembangkan tingkat antibodi yang siginifikan terhadap virus corona Covid-19. Vaksin Valneva ini juga memicu respons sel-T, yang membantu tubuh menangkis virus dan berperan sebagai kekebalan jangka panjang.

Data tersebut berasal dari uji coba fase satu dan dua awal vaksin Valneva, yang hanya melibatkan 153 orang usia 18 hingga 55 tahun. Tapi, vaksin Valneva terbukti efektif, aman, dan sekarang pun sedang melakukan uji coba fase tiga dengan melibatkan ribuan orang.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pun memuji hasil uji coba vaksin Valneva sebagai produk yang menjanjikan di tengah pandemi virus corona. Ia pun menyampaikan hal itu dalam akun Twitter-nya.

Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin Valneva (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin Valneva (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

"Berita yang sangat menjanjikan bahwa vaksin Valneva menunjukkan respons imun yang kuat dan akan berlanjut pada uji coba fase 3. Jika berhasil memenuhi standar keamanan, vaksin ini akan diproduksi di Skotlandia," jelasnya dikutip dari The Sun.

Sementara itu, Matt Hancock mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah mendanai uji klinis tersebut karena sangat luar biasa melihat vaksin Valneva bisa menghasilkan respons imun lebih kuat.

"Saya menantikan hasil dari uji coba fase tiga yang akan datang," kata Matt Hancock.

Saat ini, vaksin Valneva sedang dibuat di perusahaan biotek Prancis di Livingston, West Lothian, yang memiliki kapasitas untuk memproduksi sekitar 250 juta botol vaksin setahun.

Uji klinis tahap ketiga akan menjadi langkah terakhir, sebelum regulator obat-obatan Inggris (MHRA) memutuskan suntikan vaksin tersebut aman dan efektif untuk manusia atau tidak.

Cara kerja vaksin Valneva ini pun sama dengan vaksin AstraZeneca, Pfizer dan Modern yang harus diberikan dalam dua kali suntikan. Tingkat dosis yang diuji dalam uji coba tahap awal, menemukan bahwa 100 persen peserta yang menerima dosis tinggi menghasilkan antibodi kuat.

Perusahaan pembuat vaksin Valneva pun sangat senang dengan hasilnya dan percaya vaksin Covid-19 produksinya akan berperan penting dalam menghentikan pandemi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Negara Pembuat Vaksin Covid-19 Terbesar, Kok Cakupannya Rendah?

India Negara Pembuat Vaksin Covid-19 Terbesar, Kok Cakupannya Rendah?

Health | Rabu, 07 April 2021 | 03:05 WIB

WHO Tidak Mendukung Vaksin Covid-19 Jadi Paspor Perjalanan, Kenapa?

WHO Tidak Mendukung Vaksin Covid-19 Jadi Paspor Perjalanan, Kenapa?

Health | Selasa, 06 April 2021 | 22:22 WIB

Sudah Masuk Indonesia, Ternyata Ini Keunggulan Mutasi E484K Virus Corona

Sudah Masuk Indonesia, Ternyata Ini Keunggulan Mutasi E484K Virus Corona

Health | Rabu, 07 April 2021 | 08:49 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB