Vaksin Pfizer 100 Persen Bisa Ditoleransi Anak Remaja, Ini Buktinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 15:45 WIB
Vaksin Pfizer 100 Persen Bisa Ditoleransi Anak Remaja, Ini Buktinya!
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Hasil uji klinis vaksin Pfizer untuk virus corona Covid-19 menunjukkan kemanjuran 100 persen dan bisa ditoleransi baik oleh remaja usia 12 hingga 15 tahun.

Perusahaan pembuat vaksin Pfizer berencana untuk mengirimkan datanya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk perluasan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 di tengah pandemi.

Dalam uji coba fase ketiga terhadap 2.260 peserta usia 12 hingga 15 tahun di AS, vaksin Pfizer menimbulkan respons antibodi yang kuat dalam satu bulan setelah suntikan kedua.

Bahkan respons antibodi yang dihasilkan vaksin Pfizer melebihi yang ditunjukkan pada orang usia 16 hingga 25 tahun dala, uji coba sebelumnya. Saat ini, AS pun menyetujui penggunaan darurat vaksin Pfizer untuk anak usia 16 tahun ke atas.

Peneliti juga telah mengamati 18 kasus virus corona Covid-19 di antara 1.129 peserta yang diberi plasebo dan t1.131 relawan yang mendapat vaksin Covid-19.

Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Perusahaan Pfizer/BioNRech juga menambahkan kalau efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 yang terlihat pada anak-anak juga serupa dengan remaja usia 16 hingga 25 tahun.

Efek samping vaksin Pfizer ini termasuk nyeri di tempat suntikan, kelelahan dan demam. Para peserta akan dipantau untuk mengetahui perlindungan dan kemanan yang dihasilkan vaksin Pfizer selama 2 tahun setelah suntikan kedua.

Kemudian, hasilnya perlu diperbandingkan dengan populasi yang lebih tua. Karena, peneliti membangun dari pengetahuan yang diperolehnya dalam uji coba terhadap orang dewasa.

Peneliti bisa menentukan sejumlah antibodi yang terlihat pada orang dewasa. Kemudian, peneliti mencari tingkat antibodi tersebut pada peserta pediatric untuk mengetahui bahwa vaksin Covid-19 memberikan perlindungan terhadap virus corona.

Karena itulah, uji coba vaksin Covid-19 pada anak-anak dan remaja membutuhkan lebih sedikit sukarelawan daripada uji coba pada orang dewasa.

"Kami berbagai urgensi untuk memperluas uji coba vaksin Covid-19 yang digunakan pada populasi lebih muda dan didorong oleh data uji klinis dari remaja usia 12 hingga 15 tahun," kata CEO Pfizer Albert Bourla dikutip dari CNN.

Setelah itu, ia juga berencana mengirimkan datanya ke FDA sebagai amandemen yang diusulkan untuk Otorisasi Penggunaan Darurat dalam beberapa minggu mendatang dan regulator lain di seluruh dunia.

Dr. Peter Hotez, wakil direktur Pusat Pengembangan Vaksin di Rumah Sakit Anak Texas, mengatakan bahwa sekolah bisa beroperasi kembali tanpa vaksinasi, tetapi vaksinasi tetap membantu mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Intinya, Dr Peter berpendapat bahwa vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12 tahun ke atas dan siswa sekolah menengah pertama adalah pilihan terbaik.

Pakar kesehatan telah menekankan pentingnya melindungi orang melalui vaksinasi, karena Covid-19 terus menyebar ke seluruh negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Otoritas Uni Eropa Temukan Hubungan Vaksin AstraZeneca dan Pembekuan Darah

Otoritas Uni Eropa Temukan Hubungan Vaksin AstraZeneca dan Pembekuan Darah

News | Rabu, 07 April 2021 | 22:44 WIB

Peneliti Usulkan Uji Lanjut Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca

Peneliti Usulkan Uji Lanjut Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca

Batam | Rabu, 07 April 2021 | 22:11 WIB

9,6 Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Gudang Dinas Kesehatan Sulsel

9,6 Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Gudang Dinas Kesehatan Sulsel

Sulsel | Rabu, 07 April 2021 | 20:58 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB