CDC Perbarui Panduan Perjalanan bagi Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 16:23 WIB
CDC Perbarui Panduan Perjalanan bagi Orang yang Sudah Vaksin Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat merilis panduan perjalanan baru bagi orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 penuh, dengan menghilangkan beberapa saran pengujian dan karantina.

Orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 memang memiliki risiko rendah tertular virus corona sehingga bisa melakukan perjalanan. Tapi, Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengatakan pihaknya belum bisa membebaskan seseorang melakukan perjalanan karena jumlah kasus virus corona terus meningkat.

CDC mengatakan bahwa orang yang sudah vaksin Covid-19 penuh bisa melakukan perjalanan tanpa pengujian dan karantina mandiri selama melakukan tindakan pencegahan virus corona, termasuk memakai masker.

Dalam perjalanan internasional, orang yang suntik vaksin Covid-19 penuh tidak memerlukan tes virus corona sebelum perjalanan, kecuali diwajibkan oleh tempat tujuan dan tidak perlu melakukan karantina mandiri.

Karena dilansir dari CNN, CDC AS berpendapat bahwa mereka yang menunjukkan hasil tes negatif virus corona Covid-19. Maka hasilnya akan tetap negatif virus corona Covid-19 selama 3 hingga 5 hari setelahnya.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

CDC AS merekomendasikan panduan perjalanan ini bagi orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 2 kali dan sudah ada jeda 2 minggu dari suntikan terakhir.

Mereka tidak merekomendasikan panduan perjalanan ini bagi orang yang belum vaksinasi atau belum suntik vaksin Covid-19 2 kali. Orang-orang dalam kelompok ini masih disarankan tidak melakukan perjalanan karena risiko tertular virus corona tinggi.

Jika tidak, orang yang belum vaksinasi harus menjalani tes Covid-19 pada 1 atau 3 hari sebelum perjalanan dan 3 atau 5 hari setelah perjalanan. Selain itu, mereka juga harus melakukan karantina mandiri selama 7 hari setelah perjalanan atau 10 hari jika tidak melakukan tes ulang setelah perjalanan.

CDC juga menyarankan semua orang tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik, terlepas sudah suntik vaksin Covid-19 atau belum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunggu Kepastian Resmi dari Arab, Kemenag Mulai Vaksinasi Calon Jemaah Haji

Tunggu Kepastian Resmi dari Arab, Kemenag Mulai Vaksinasi Calon Jemaah Haji

News | Kamis, 08 April 2021 | 15:45 WIB

Peneliti Duke: Vaksin Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Peneliti Duke: Vaksin Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Health | Kamis, 08 April 2021 | 11:54 WIB

Otoritas Uni Eropa Temukan Hubungan Vaksin AstraZeneca dan Pembekuan Darah

Otoritas Uni Eropa Temukan Hubungan Vaksin AstraZeneca dan Pembekuan Darah

News | Rabu, 07 April 2021 | 22:44 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB