Bisakah Pola Makan Pengaruhi Radang Usus? Simak Kata Ahli Berikut

Kamis, 08 April 2021 | 17:17 WIB
Bisakah Pola Makan Pengaruhi Radang Usus? Simak Kata Ahli Berikut
Ilustrasi perempuan dengan diet atau pola makan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Lebih dari 6,8 juta orang di seluruh dunia diperkirakan hidup dengan penyakit radang usus (IBD). IBD diyakini sebagai akibat dari sistem kekebalan yang tidak berfungsi yang menghasilkan respons kekebalan tidak tepat sehingga menyerang lapisan usus.

Melansir dari Medical Xpress, tidak ada obat dan penyebab pasti dari penyakit ini. Namun para peneliti terus mengamati bagaimana gen, mikrobioma, dan faktor lingkungan berperan dalam penyakit kronis ini.

Dalam hal ini, Amanda Johnson, ahli gastroenterologi Mayo Clinic menunjukkan bagaimana pola makan bisa mengubah risiko IBD.

IBD adalah istilah luas untuk peradangan kronis pada saluran pencernaan Anda. Dua jenis IBD paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

"Kolitis ulseratif benar-benar cenderung hanya melibatkan usus besar dan lebih merupakan jenis peradangan yang dangkal, sedangkan penyakit Crohn dapat mempengaruhi apapun di usus dari mulut sampai ke anus," kata Dr. Johnson.

Dokter Johnson juga menyatakan bahwa pola makan saja tidak menyebabkan IBD. Meskipun beberapa makanan dapat mengurangi gejala, tidak ada pola makan yang terbukti dapat mengontrol peradangan.

Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)
Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)

"Pola makan yang tepat mungkin berbeda untuk setiap individu, berdasarkan jenis IBD yang mereka miliki, lokasi penyakit, dan apakah mereka telah menjalani operasi atau komplikasi lain," kata Dr. Johnson.

Menurut dokter Johnson, untuk mengurangi risiko IBD, Anda perlu fokus konsumsi pada buah dan sayuran segar, dan biji-bijian. Hindari makanan olahan, gula tambahan, dan lemak hewani. Serta perbanyak minum agar tetap terhidrasi.

"Pola makan saja tidak menggantikan perawatan medis, ada pilihan pengobatan yang efektif jadi penting untuk bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan Anda," ujar Dr. Johnson.

Baca Juga: Dikenal Tak Sehat, Makanan Tinggi Glikemik Disebut Cegah Kanker Ovarium

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI