Pandemi Covid-19 Picu Kemunduran Penanganan TBC, Kematian Meningkat

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 20:00 WIB
Pandemi Covid-19 Picu Kemunduran Penanganan TBC, Kematian Meningkat
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Tuberkulosis telah menyerang jutaan orang di dunia. Namun selama pandemi Covid-19, penanganan penyakit yang juga melibatkan paru-paru ini mengalami kemunduran.

"Tingkat identifikasi kasus TBC ini menurun hingga 42 persen, ini jauh sekali dari angka yang ditargetkan pada 2020 yaitu 80 persen," ujar dokter Reisa Broto Asmoro, pada Talkshow yang dilaksanakan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (8/4/2021) melalui Zoom.

"Per 24 Februari 2021 juga menyatakan bahwa kesuksesan pengobaran TBC menurun 1 persen dibandungkan tahun sebelumnya," imbuhnya.

Menurut dokter Reisa, penurunan pelayanan kesehatan pada TBC juga menurun di berbagai sektor mulai dari pengobatan, pengobatan, dan deteksi dini.

"Ini merupakan penurunan terbesar yang terjadi pada kuartal kedua tahun 2020, sedangkan peningkatan terjadi pada pasien TB yang meninggal," tambah dokter Reisa.

Menurut dokter Reisa, masalah penurunan timbul akibat pandemi karena fasilitas kesehatan yang mengalami penurunan selama pembatasan wilayah, adanya ketakutan ke rumah sakit dan hoaks.

Dalam menangani kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa mereka telah mulai melakukan penyesuaian dalam penanganan TBC selama pandemi.

Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

"Kami telah melakukan berbagai sosialisasi ke tim bergerak cepat di puskesmas untuk melakukan tracing kontak," ujar Siti Nadia Wiweko dari  Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI. Hal ini dilakukan karena gejala Covid-19 dan TBC hampir mirip, yakni batuk.

"Jadi kita sudah memberikan SOP untuk yang melakukan pelacakan kasus kontak di puskesmas ini untuk mendeteksi kalau dalam kasus Covid-19 ada satu tambahan pertanyaan apakah batuknya sudah lama dan adakah gejala lain seperti keringat di malam hari," imbuhnya.

Saat telah dipastikan bukan Covid-19, maka akan diidentifikasi kembali apakah kasus tersebut adalah TBC. Selain itu, pengambilan obat untuk pasien TBC juga disesuaikan untuk mengurangi kontak langsung selama pandemi Covid-19. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Indonesia Masih Alami Masalah Besar Tuberkulosis

Menkes Budi: Indonesia Masih Alami Masalah Besar Tuberkulosis

Health | Kamis, 08 April 2021 | 18:25 WIB

Apakah Anak Bisa Menularkan Penyakit Tuberkulosis?

Apakah Anak Bisa Menularkan Penyakit Tuberkulosis?

Health | Minggu, 04 April 2021 | 14:54 WIB

Eliminasi Tuberkulosis, Jemput Bola dan Cari Kasus Jadi Cara Terbaik

Eliminasi Tuberkulosis, Jemput Bola dan Cari Kasus Jadi Cara Terbaik

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 16:10 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB