Efek Samping AstraZeneca, Waspadai 3 Tanda Sakit Kepala Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 12:29 WIB
Efek Samping AstraZeneca, Waspadai 3 Tanda Sakit Kepala Ini!
Ilustrasi orang sakit kepala (Pixabay/geralt)

Suara.com - Orang yang mengalami sakit kepala lebih dari 4 hari setelah suntik vaksin Covid-19 harus mencari bantuan medis. Karena, sakit kepala itu bisa jadi tanda pembekuan darah.

NHS pun telah mendata lima gejala darurat medis setelah suntik vaksin Covid-19. Tiga diantaranya adalah sakit kepala yang perlu diwaspadai setelah suntik vaksin Covid-19.

"Segera hubungi pusat layanan medis darurat bila Anda mengalami gejala-gejala ini selama 4 hari hingga 4 minggu setelah vaksinasi," jelas NHS dikutip dari Express.

  1. Sakit kepala parah yang tidak sembuh dengan obat penghilang rasa sakit atau semakin parah.
  2. Sakit kepala yang terasa lebih buruk ketika Andasedang berbaring atau membungkuk.
  3. Sakit kepala yang tidak biasa terjadi dengan penglihatan kabur, rasa sakit, masalah berbicara, kantuk atau kejang.
  4. Ruam yang terlihat seperti memar kecil atau pendarahan di bawah kulit.
  5. Sesak napas, nyeri dada, kaki bengkak atau nyeri perut terus-menerus.
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sebelumnya, vaksin AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 kedua yang disetujui oleh MHRA untuk penggunaan darurat di Inggris. Vaksin Covid-19 ini dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan diproduksi oleh AstraZeneca.

Sakit kepala pun termasuk efek samping vaksin AstraZeneca pada fase satu dan dua ketika pertama kali uji coba terhadap sukarelawan sehat pada April 2020.

Kondisi ini menandakan efek samping ringan vaksin Covid-19. Sementara itu, sakit kepala dan nyeri otot juga terbukti mulai berkurang dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.

Penelitian lebih lanjut gagal menyebutkan jenis sakit kepala lain yang dilaporkan oleh para sukarelawan. MHRA pun sedang melakukan tinjauan rinci atas masalah pembekuan darah langka yang dialami oleh orang suntik vaksin AstraZeneca.

Tapi, masalah pembekuan darah ini juga bisa terjadi pada orang yang belum vaksinasi meskipun belum jelas penyebabnya. Di sisi lain, vaksin virus corona bisa membantu mencegah risiko rawat inap dan kematian akibat virus corona.

Pada orang usia 30 tahun atau lebih dan orang yang rentan menderita kondisi lain, manfaat vaksinasi Covid-19 lebih besar daripada risiko masalah pembekuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanda Batasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Untuk Usia 60 Tahun ke Atas

Belanda Batasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Untuk Usia 60 Tahun ke Atas

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:45 WIB

Dapat jadwal Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa, Bahayakah?

Dapat jadwal Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa, Bahayakah?

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:17 WIB

Hits Kesehatan: Ruang ICU Penuh, Vaksin COVAX Sudah Tersebar ke 100 Negara

Hits Kesehatan: Ruang ICU Penuh, Vaksin COVAX Sudah Tersebar ke 100 Negara

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 08:40 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB