Membiarkan Kursi Tengah Kosong di Pesawat Bisa Mengurangi Paparan Covid-19

Kamis, 15 April 2021 | 16:34 WIB
Membiarkan Kursi Tengah Kosong di Pesawat Bisa Mengurangi Paparan Covid-19
Ilustrasi naik pesawat (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa membiarkan kursi tengah tetap kosong di pesawat dapat mengurangi paparan virus corona Covid-19 pada penumpang.

Risiko terkena virus dapat berkurang dari 23% menjadi 57% pada pesawat lorong tunggal dan lorong ganda ketika kursi tengah tetap dibiarkan kosong.

Penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Kansas State University yang terbit pada Rabu (14/4/2021) ini menggunakan model laboratorium untuk mensimulasikan seberapa banyak paparan partikel virus dapat dikurangi ketika kursi tengah dibiarkan kosong di pesawat.

Model tersebut didasarkan pada penyebaran bakteriofag aerosol yang dimaksudkan sebagai pengganti untuk memperkirakan penyebaran virus corona di udara. Bakteriofag adalah virus yang dapat menginfeksi bakteri, lapor CNN.

Dengan kursi tengah yang kosong, pengurangan risiko berkisar dari 23%, diamati untuk satu penumpang berada di baris yang sama tetapi berjarak dua kursi dari penumpang yang terinfeksi, hingga 57%, ketika kursi tengah kosong di seberang, bagian dari tiga baris berisi campuran penderita Covid-19 dan penumpang lainnya.

Ilustrasi naik pesawat terbang (Shutterstock)
Ilustrasi naik pesawat terbang (Shutterstock)

"Ketika penumpang yang terinfeksi dan penumpang lain yang seharusnya berada di kursi tengah dikosongkan, meninggalkan enam penumpang yang terinfeksi dari total 12 penumpang yang tersisa di kursi jendela dan lorong, pengurangan paparan menjadi 57%," tulis pada peneliti.

Tetapi analisis ini tidak mengukur dampak dari penggunaan masker, yang saat ini diperlukan dalam penerbangan.

Meski demikian, peneliti mencatat beberapa aerosol virus masih dapat dikeluarkan dari penumpang yang terinfeksi dan menular ke orang yang memakai masker, sehingga menjaga jarak masih sangat berguna.

Namun, peneliti menegaskan bahwa studi ini hanya membahas paparan virus corona, bukan penularan. Jadi,, diperlukan banyak penelitian untuk menentukan risiko virus yang ditularkan dan menyebabkan penyakit.

Baca Juga: CDC AS: Paparan Virus Corona selama 1 Menit Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI