Terlalu Sering Konsumi Minuman Berenergi, Pemuda Alami Gagal Jantung

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 16 April 2021 | 09:04 WIB
Terlalu Sering Konsumi Minuman Berenergi, Pemuda Alami Gagal Jantung
Ilustrasi minuman berenergi. (Shutterstock)

Suara.com - Konsumsi minuman berenergi dapat dikaitkan dengan gagal jantung. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal BMJ Case Reports.

Melansir dari MedicalXpress, laporan ini menambahkan semakin banyak bukti yang dipublikasikan tentang meningkatnya kekhawatiran akan potensi masalah jantung akibat minuman berenergi.

Penelitian tersbeut dilakukan setelah para peneliti merawat seorang pemuda berusia 21 tahun yang secara rutin minum 4 kaleng minuman berenergi setiap hari selama sekitar 2 tahun.

Pria muda tersebut berakhir di perawatan intensif setelah mengalami sesak napas progresif selama 4 bulan, sesak saat berbaring (ortopnea), dan penurunan berat badan.

Dia biasa minum rata-rata empat kaleng minuman energi 500 ml setiap hari, masing-masing kaleng berisi 160 mg kafein plus taurin (protein) dan berbagai bahan lainnya. Dia mengatakan telah melakukan kebiasaan tersbeut selama sekitar 2 tahun.

Dia juga ingat bahwa ia pernah mengalami gangguan pencernaan, tremor, dan jantung berdebar-debar. Dalam 3 bulan sebelum dirawat di rumah sakit, dia terpaksa menghentikan studi universitasnya karena merasa sangat tidak sehat dan lesu.

Ilustrasi minuman berenergi (shutterstock)
Ilustrasi minuman berenergi (shutterstock)

Tes darah, scan, dan pembacaan EKG mengungkapkan bahwa dia menderita gagal jantung dan ginjal. Kondisinya cukup parah hingga mungkin diperlukan transplantasi organ ganda.

Studi ini hanya satu laporan kasus, tetapi ada beberapa artikel lain serta ulasan artikel yang menyoroti kekhawatiran yang meningkat tentang potensi kerusakan sistem kardiovaskular dari bahaya minuman bernergi.

Stimulasi berlebihan pada sistem saraf simpatis oleh kafein dari minuman berenergi mungkin menjadi faktor penyebabnya. Minuman berenergi juga diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan dapat memicu kelainan irama jantung.

baca juga

"Peringatan yang jelas harus diberikan tentang potensi bahaya kardiovaskular dari konsumsi minuman berenergi dalam jumlah besar," catat para peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Gejalanya, Begini Pertolongan Pertama Saat Gagal Jantung

Kenali Gejalanya, Begini Pertolongan Pertama Saat Gagal Jantung

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 15:55 WIB

Viral Mempelai Wanita Meninggal Dunia Usai Menangis Berlebihan Saat Menikah

Viral Mempelai Wanita Meninggal Dunia Usai Menangis Berlebihan Saat Menikah

Banten | Rabu, 10 Maret 2021 | 14:48 WIB

Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya

Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:39 WIB

Terkini

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti

Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:00 WIB

×