alexametrics

Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana
Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya
Ilustrasi minuman berenergi. (Shutterstock)

Mengoplos miras dengan minuman berenergi bisa berisiko pada kesehatan Anda.

Suara.com - Baik minuman keras (miras) beralkohol maupun minuman berenergi memiliki karakteristik yang berbeda. Alkohol diketahui membuat Anda merasa mengantuk, sementara minuman berenergi membuat Anda tetap energik dan terjaga. Jika digabungkan, minuman berenergi dapat mengalahkan efek alkohol dan membuat Anda tetap terjaga hingga larut malam.

Melansir dari Times of India, oplosan miras dan minuman berenergi akan menyebabkan kebingungan dan Anda mungkin akan minum lebih banyak alkohol dari biasanya. Kafein dalam minuman berenergi adalah stimulan, tetapi ketika efeknya pada tubuh Anda habis, Anda ingin mendapatkan lebih banyak kafein.

Studi yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh pencampuran alkohol dengan minuman berenergi menyimpulkan bahwa minuman ini dapat membuat orang meminum alkohol lebih banyak dari biasanya. Para peneliti menekankan bahwa ini yang kemudian dapat membuat Anda lepas kendali dan lebih berbahaya.

Sesuai Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, peminum tiga kali lebih mungkin untuk pesta minuman koktail daripada mereka yang tidak mencampur alkohol dengan minuman energi. Asupan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan alkohol, yang berhubungan dengan gejala seperti kebingungan, muntah, kejang, sesak napas, dan suhu tubuh rendah.

Baca Juga: 5 Manfaat Jamur Shiitake Bagi Kesehatan, Salah Satunya Dapat Cegah Kanker

Mengkonsumsi minuman berenergi dengan alkohol juga dapat membahayakan kesehatan jantung Anda. Hal ini disebabkan karena kedua minuman tersebut memiliki efek yang berbeda pada tekanan darah dan bila digabungkan dapat membingungkan sistem internal Anda.

Menurut sebuah studi tahun 2018, kedua minuman tersebut dapat menyebabkan perubahan diameter pembuluh darah ke tingkat yang berbahaya. Pelebaran pembuluh rata-rata berdiameter 5,1 persen sebelum minuman energi dan kemudian berubah menjadi 2,8 persen, yang dapat meningkatkan risiko gangguan akut pada fungsi vaskular.

Ilustrasi minuman keras (Shutterstock).
Ilustrasi minuman keras (Shutterstock).

Studi tahun 2016 lainnya mengungkapkan bahwa kombinasi tersebut dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik. Perubahan drastis dalam tekanan darah mungkin sangat buruk bagi semua orang yang sudah menderita masalah tekanan darah tinggi.

Fluktuasi tekanan darah dalam interval yang teratur dapat memberikan tekanan ekstra pada jantung dan dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung. Selain itu, asupan alkohol yang berlebihan dapat memengaruhi hati dan pola tidur Anda.

Baca Juga: Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang Abai Protokol Kesehatan

Komentar