Mengenal Cara Kerja Sel Dendritik, Bahan Utama Vaksin Nusantara

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Sabtu, 17 April 2021 | 15:30 WIB
Mengenal Cara Kerja Sel Dendritik, Bahan Utama Vaksin Nusantara
Ilustrasi sel dendritik. (Envato Elements)

Suara.com - Vaksin Nusantara gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menggunakan sel dendritik sebagai salah satu bahan baku pembuatannya.

Meski diklaim sebagai penelitian pertama di dunia dalam pembuatan vaksin Covid-19, namun penggunaan sel dendritik sebenarnya sudah tak asing dalam ilmu kedokteran.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman prof. Amin Subandrio mengatakan bahwa sel dendritik telah digunakan dalam pengobatan bagi pasien kanker. Meski begitu, khasiatnya belum bisa dipastikan lantaran penggunaannya yang masih terbatas.

"Saat ini yang sudah dilaporkan itu dikaitkan dengan pengobatan cancer. Itu juga terbatas baru kanker prostat dan kanker kulit. Responnya sangat individual, kita tidak bisa membandingkan karena tidak disuntikan pada suatu populasi," kata prof Amin dalam diskusi virtual 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021).

Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie resmi mendapat suntikan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (16/4/2021) siang. Vaksin itu disuntikkan langsung oleh dr Terawan Agus Putranto. [dokumentasi]
Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie resmi mendapat suntikan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (16/4/2021) siang. Vaksin itu disuntikkan langsung oleh dr Terawan Agus Putranto. [dokumentasi]

Vaksin yang terbuat dari dendritik dikenal sebagai vaksin individual. Artinya, pembuatan satu vaksin hanya bisa digunakan untuk satu orang.

Prof. Amin menjelaskan, sel dendritik sebagai salah satu bahan pembuatan vaksin tersebut berasal dari setiap orang yang akan divaksinasi.

Awal mula sel dendritik itu didapatkan dengan cara mengambil sel darah putih dari pembuluh vena. Lalu sel monosit di dalamnya dipisahkan.

Setelah itu, dipindahkan dari spike untuk diambil darah dan diletakkan di tabung untuk sel monosit dibiakkan agar menjadi sel dendritik.

"Jadi sel dendritik itu berasal dari sel monosit. Sel monosit merupakan bagian sel-sel dalam tubuh kita," jelas prof. Amin.

baca juga

Setelah jadi sel dendritik kemudian dikenalkan dengan antigen yang sudah disiapkan.

"Tergantung kita mau bikin vaksin apa. Kalau bikin vaksin cancer, ya kita pakai antigen cancer. Dalam hal ini kita pakai antigen satu protein yang sudah disiapkan sedemikain rupa kemudian diperkenalkan ke sel dendritik," imbuhnya.

Sel dendritik merupakan bagian dari antigen presenting cell (APC) atau sel penyaji antigen. Kemudian APC tersebut akan menelan antigen berupa protein yang diberikan karena sel dendritik mengenalinya sebagai benda asing. Antigen akan dicerna dalam APC menjadi potongan-potongan kecil.

"Potongan itu akan dimunculkan kembali sebagai antigen bersama molekur lain yang membantu pengenalan. Antigen yang dimunculkan dalam sel dendritik itu nantinya, ketika sel dendritik sudah disuntikan kembali dalam tubuh orangnya, kemudian akan merangsang sel imun, karena ada antigen benda asing yang disajikan dipermukaan sel dendritik," paparnya.

Ia menegaskan bahwa penyuntikan vaksin tersebut harus diberikan kepada orang yang sama ketika diambil sel darah putihnya. Karena setiap sel manusia memiliki identitas masing-masinh.

Jika bukan kembar identik, maka sel apa pun yang dimasukan ke tubuh manusia yang berbeda tetap akan terjadi penolakan.

"Oleh karena itu kita menyebut vaksin dendritik ini vaksin individual. Dari orang tertentu kemudian diproses dan dimasukan ke orang yang sama agar tidak terjadi penolakan," ujarnya.

Lantaran sifatnya yang berupa terapi perorangan, menurut prof Amin, berdasarkan penelitian sel dendritik yang sudah pernah dilakukan diketahui membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Saya tidak punya data terkait biayanya (penelitian Vaksin Nusantara), tapi kalau yang cancer itu biayanya cukup tinggi karena ada terapi yang sangat individual," kata prof. Amin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Terawan Berencana Teliti Sel Dendritik Untuk Cegah DBD, Bagaimana Cara Kerjanya?

Dokter Terawan Berencana Teliti Sel Dendritik Untuk Cegah DBD, Bagaimana Cara Kerjanya?

Health | Rabu, 27 Maret 2024 | 10:42 WIB

Vaksin Nusantara Besutan Terawan Muncul Lagi di Jurnal Internasional, Tim Komunikasi: Indonesia Pantas Berbangga!

Vaksin Nusantara Besutan Terawan Muncul Lagi di Jurnal Internasional, Tim Komunikasi: Indonesia Pantas Berbangga!

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 07:10 WIB

Warga Vaksinasi COVID-19 Pakai Vaksin Nusantara Tak Perlu Booster, Terawan: Cukup Melawan Omicron

Warga Vaksinasi COVID-19 Pakai Vaksin Nusantara Tak Perlu Booster, Terawan: Cukup Melawan Omicron

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 13:05 WIB

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:50 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×