Ahli Kesehatan Masyarakat: Vaksin Nusantara Tak Bisa Ciptakan Herd Immunity

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Sabtu, 17 April 2021 | 16:35 WIB
Ahli Kesehatan Masyarakat: Vaksin Nusantara Tak Bisa Ciptakan Herd Immunity
Ilustrasi herd immunity dan proses vaksinasi (Kolase foto/shutterstock/Suara.com)

Suara.com - Penelitian Vaksin Nusantara berhak dihargai sebagai salah satu upaya menimbulkan kesehatan masyarakat di tengah wabah Covid-19.

Namun, menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra, kebermanfaatan vaksin tersebut tidak bisa membantu dalam mewujudkan kekebalan kelompok alias herd immunity yang ditargetkan pemerintah.

Hermawan menyampaikan, hal tersebut lantaran sifat individual dari sel dendritik sebagai salah satu bahan utama pembuatan Vaksin Nusantara.

Sehingga pembuatannya spesifik diambil dari sel darah putih seseorang kemudian diproses dan kembali disuntikan kepada orang yang sama.

Ilustrasi sel darah merah (Shutterstock)
Ilustrasi sel darah manusia. (Shutterstock)

"Goal dari vaksinasi untuk menimbulkan herd imunity. Jadi bayangkan kalau vaksinnya hanya untuk perorangan, kemudian nanti vaksin juga untuk orang tertentu, tidak bisa digeneralisir ke berbagai kalangan. Maka sulit kita mewujudkan kekebalan kelompok. Ini dari segi upaya sebenarnya agak bergeser. Vaksin dari uoaya kesehatan masyarakat jadi upaya kesehatan perorangan," jelas Hermawan saat diskusi virtual 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021).

Selain itu, proses pembuatan Vaksin dendritik tersebut cukup kompleks dan butuh biaya tinggi. Sehingga, menurut Hermawan, akan sulit digunakan untuk populasi umum seperti vaksin Covid-19 jenis lain yang sudah beredar di masyarakat.

"Vaksin Nusantara ini sebagai pendekatan personal kita hargai untuk dikembangkan. Tapi kalau vaksin ini disamakan seperti vaksin lain pada umumnya, memang bagian dari kesehatan masyarakat, Saya rasa akan sangat sulit. Karena memang ini tidak bisa secara mekanismenya untuk menyasar pada kelompok vaksin pada umumnya," jelas Hermawan.

Tak cukup hanya aman dan efektif, Hermawan menjelaskan bahwa untuk kepentingan kesehatan masyarakat suatu produk kesehatan harus memenuhi emoat faktor. Yakni, accessible, affordable, quality, dan safety.

Sifat vaksin individual itu yang dinilai sulit membuat Vaksin Nusantara mudah terakses secaa luas oleh masyarakat Indonesia.

baca juga

"Bisa jadi safety secara proses penelitian, uji coba, tetapi accessible or not? Affordible or not? Accesable ini harus mampu dijangkau semua," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Terawan Berencana Teliti Sel Dendritik Untuk Cegah DBD, Bagaimana Cara Kerjanya?

Dokter Terawan Berencana Teliti Sel Dendritik Untuk Cegah DBD, Bagaimana Cara Kerjanya?

Health | Rabu, 27 Maret 2024 | 10:42 WIB

Vaksin Nusantara Besutan Terawan Muncul Lagi di Jurnal Internasional, Tim Komunikasi: Indonesia Pantas Berbangga!

Vaksin Nusantara Besutan Terawan Muncul Lagi di Jurnal Internasional, Tim Komunikasi: Indonesia Pantas Berbangga!

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 07:10 WIB

Kabar Baik! Satgas Covid-19 Umumkan Herd Immunity Masyarakat Indonesia Tembus 98,5 Pesen

Kabar Baik! Satgas Covid-19 Umumkan Herd Immunity Masyarakat Indonesia Tembus 98,5 Pesen

Health | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 20:35 WIB

Warga Vaksinasi COVID-19 Pakai Vaksin Nusantara Tak Perlu Booster, Terawan: Cukup Melawan Omicron

Warga Vaksinasi COVID-19 Pakai Vaksin Nusantara Tak Perlu Booster, Terawan: Cukup Melawan Omicron

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 13:05 WIB

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:50 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×