DPR Agresif Dukung Vaksin Nusantara, Ketua IDI Khawatir BPOM Diintervensi

Reza Gunadha | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 17 April 2021 | 15:34 WIB
DPR Agresif Dukung Vaksin Nusantara, Ketua IDI Khawatir BPOM Diintervensi
Lab pembuatan Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi [suara.com/Dafi Yusuf]

Suara.com - Sejumlah anggota DPR RI khususnya Komisi IX mendukung dan menjadi relawan uji klinis fase II vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, pekan ini.

Sikap wakil rakyat terhormat tersebut menjadi sorotan, karena dilakukan saat Badan Pengawas Obat dan Makanan resmi meminta pengujian vaksin Nusantara dihentikan sementara karena dinilai tak memenuhi prosedur ilmiah.

Ketua IDI atau Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih mengatakan, BPOM sejauh ini sudah melakukan tugasnya secara profesional. 

BPOM, kata dia, bekerja sebagai pengawas mengatur protokol dalam penelitian obat hingga vaksin, termasuk kala pandemi covid-19.

"Secara protokoler, di Indonesia, yang melakukan penilaian memakai kaidah ilmiah terkait obat dan vaksin itu hanya BPOM. Lalu, kalau bukan BPOM, siapa lagi?" kata Daeng dalam daring bertema 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021). 

Karena itu, Daeng meminta DPR RI tak terkesan mengambilalih tugas dan posisi BPOM, terkait prosedur pembuatan vaksin Nusantara.

"DPR bekerja untuk mengawasi lembaga seperti pemerintah dan lembaga-lembaga di dalamnya. Tapi yang seharusnya diawasi adalah kinerjanya. jangan sampai seolah-olah mengambilalih kinerja (BPOM)," kata dia.

Daeng mengkhawatirkan tindak-tanduk DPR terkait vaksin Nusantara akan kebablasan, sehingga bukan tak mungkin terdapat intervensi terhadap BPOM.

"Kalau itu tidak dijaga, saya khawatir lembaga profesional ke depan seperti BPOM ini akan rentan dimasuki unsur-unsur politis. Saya sangat khawatir. Pekerjaan profesional ini harus di jaga karena prosedur keilmuan yang dikerjakan," kata dia.

Untuk diketahui, BPOM menegaskan vaksin Nusantara belum memenuhi cara pengolahan yang baik atau good manufacturing practices alias GMP.

BPOM juga menilai tim pengembang vaksin Nusantara belum memenuhi standar praktik laboratorium yang baik atau good laboratory practice/GLP.

Tak hanya itu, BPOM juga mengatakan vaksin Nusantara tidak jelas secara konsepual, apakah benar-benar vaksin atau terapi.

Karenanya, BPOM meminta tim peneliti untuk menghentikan sementara proses pengembangan vaksin dan kembali ke fase pra-klinik dengan melengkapi prosedur saintifik yang baik dan benar.

Namun, sejumlah Anggota DPR justru berbondong-bondong berpartisipasi sebagai relawan uji klinis fase II vaksin Nusantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Cara Kerja Sel Dendritik, Bahan Utama Vaksin Nusantara

Mengenal Cara Kerja Sel Dendritik, Bahan Utama Vaksin Nusantara

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 15:30 WIB

Ketua IDI: Dukungan Politikus ke Vaksin Nusantara Tak Ada Artinya

Ketua IDI: Dukungan Politikus ke Vaksin Nusantara Tak Ada Artinya

News | Sabtu, 17 April 2021 | 13:54 WIB

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan: 95 Persen Bahan Baku Vaksin Nusantara Impor

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan: 95 Persen Bahan Baku Vaksin Nusantara Impor

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 13:42 WIB

58 Artis, Ulama, hingga Sastrawan Dukung BPOM soal Vaksin Nusantara

58 Artis, Ulama, hingga Sastrawan Dukung BPOM soal Vaksin Nusantara

Hits | Sabtu, 17 April 2021 | 13:23 WIB

BPOM Dituding Berpolitik soal Vaksin Nusantara

BPOM Dituding Berpolitik soal Vaksin Nusantara

News | Sabtu, 17 April 2021 | 12:29 WIB

5  Fakta Terkini Seputar Vaksin Nusantara: Anang Ashanty Ikut Disuntik?

5 Fakta Terkini Seputar Vaksin Nusantara: Anang Ashanty Ikut Disuntik?

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 11:25 WIB

Aburizal Bakrie Suntik Vaksin Nusantara dan Berita Terpopuler Lainnya

Aburizal Bakrie Suntik Vaksin Nusantara dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 20:27 WIB

Tak Hanya DPR RI, Anang dan Ashanty Juga Ikut Vaksin Nusantara

Tak Hanya DPR RI, Anang dan Ashanty Juga Ikut Vaksin Nusantara

Sumsel | Jum'at, 16 April 2021 | 19:33 WIB

Anang Hermansyah dan Ashanty Juga Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Anang Hermansyah dan Ashanty Juga Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Jawa Tengah | Sabtu, 17 April 2021 | 02:30 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB