alexametrics

Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Jadi tolong pastikan dalam sebulan ini diberikan vaksinasi kepada para lansia. Sehingga mereka bisa dilindungi, jelasnya.

Suara.com - Pemerintah Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 sebesar 6 juta dosis dalam bentuk bulk untuk tahap kedelapan, Minggu (18/4/2021). Nantinya, vaksin ini akan segera diproses di Bio Farma.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan tambahan 6 juta vaksin ini, Indonesia telah menerima 59,5 juta dosis bulk vaksin, dari total 140 juta yang akan diterima tahun ini.

“Pemerintah telah menerima 22 juta dosis vaksin jadi, yang diolah oleh PT Bio Farma. Jumlah ini didistribusikan ke berbagai daerah, dan kami berharap akan ada tambahan sekitar 20 juta dosis lagi, sehingga program vaksinasi COVID-19 terus berjalan selama April hingga Mei,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Ia berpesan untuk seluruh kepala daerah agar tetap merlaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadhan. Ditambah, fatwa MUI mengungkap bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Baca Juga: Tak Perlu Ke Panti Jompo, Begini Cara Rawat Lansia di Rumah Meski Sibuk

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Selain itu, ia juga meminta selama satu bulan ke depan, vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi kelompok lanjut usia (lansia). Karena, diperkirakan kelompok lansia akan menerima banyak kunjungan selama Ramadhan.

“Jadi tolong pastikan dalam sebulan ini diberikan vaksinasi kepada para lansia. Sehingga mereka bisa dilindungi,” jelasnya.

Belakangan, Pemerintah telah memberikan lebih dari 16,6 juta dosis vaksin Sabtu kemarin, dengan kapasitas penyuntikan lebih dari 500.000 orang setiap harinya. Hal ini menjadi urutan ke delapan negara di dunia yang melaksanakan program vaksinasi dengan cepat.

Selain itu, vaksinasi dosis pertama bagi petugas publik hampir mencapai setengahnya, yakni 41,19 persen atau lebih dari 7,1 juta dosis. Sementara itu, vaksinasi bagi lansia masih perlu didorong karena hanya mencapai 10,2 persen pada dosis pertama, ditambah 929 ribu untuk dosis kedua.

“Jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita tidak waspada, karena virusnya masih menular dan kita tetap harus menjaga protokol kesehatan,” tutupnya. 

Baca Juga: Menkes Ingatkan Pemda Prioritaskan Vaksinasi Lansia Jelang Lebaran

Komentar