Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 18 April 2021 | 21:17 WIB
Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Pemerintah Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 sebesar 6 juta dosis dalam bentuk bulk untuk tahap kedelapan, Minggu (18/4/2021). Nantinya, vaksin ini akan segera diproses di Bio Farma.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan tambahan 6 juta vaksin ini, Indonesia telah menerima 59,5 juta dosis bulk vaksin, dari total 140 juta yang akan diterima tahun ini.

“Pemerintah telah menerima 22 juta dosis vaksin jadi, yang diolah oleh PT Bio Farma. Jumlah ini didistribusikan ke berbagai daerah, dan kami berharap akan ada tambahan sekitar 20 juta dosis lagi, sehingga program vaksinasi COVID-19 terus berjalan selama April hingga Mei,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Ia berpesan untuk seluruh kepala daerah agar tetap merlaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadhan. Ditambah, fatwa MUI mengungkap bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Selain itu, ia juga meminta selama satu bulan ke depan, vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi kelompok lanjut usia (lansia). Karena, diperkirakan kelompok lansia akan menerima banyak kunjungan selama Ramadhan.

“Jadi tolong pastikan dalam sebulan ini diberikan vaksinasi kepada para lansia. Sehingga mereka bisa dilindungi,” jelasnya.

Belakangan, Pemerintah telah memberikan lebih dari 16,6 juta dosis vaksin Sabtu kemarin, dengan kapasitas penyuntikan lebih dari 500.000 orang setiap harinya. Hal ini menjadi urutan ke delapan negara di dunia yang melaksanakan program vaksinasi dengan cepat.

Selain itu, vaksinasi dosis pertama bagi petugas publik hampir mencapai setengahnya, yakni 41,19 persen atau lebih dari 7,1 juta dosis. Sementara itu, vaksinasi bagi lansia masih perlu didorong karena hanya mencapai 10,2 persen pada dosis pertama, ditambah 929 ribu untuk dosis kedua.

“Jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita tidak waspada, karena virusnya masih menular dan kita tetap harus menjaga protokol kesehatan,” tutupnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Sebut Perebutan Vaksin Covid-19 Global Makin Keras

Menkes Budi Sebut Perebutan Vaksin Covid-19 Global Makin Keras

News | Minggu, 18 April 2021 | 19:10 WIB

Menkes Budi: Vaksinasi Covid-19 Sudah Tembus 16 Juta Dosis

Menkes Budi: Vaksinasi Covid-19 Sudah Tembus 16 Juta Dosis

Health | Minggu, 18 April 2021 | 17:48 WIB

Lagi, Kanada Catat Kasus Pembekuan Darah Usai Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Lagi, Kanada Catat Kasus Pembekuan Darah Usai Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Minggu, 18 April 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×