Benarkah Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Picu Gusi Berdarah? Ini Hasilnya

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 19 April 2021 | 09:22 WIB
Benarkah Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Picu Gusi Berdarah? Ini Hasilnya
Ilustrasi gusi berdarah (Shutterstock)

Suara.com - Pembekuan darah telah dikaitkan sebagai efek samping dari beberapa vaksin Covid-19. Kini, beberapa orang pun mulai mempertanyakan kemungkinan efek samping vaksin Covid-19 sebabkan gusi berdarah.

Sebuah studi oleh Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, NIPH, menemukan vaksin AstraZeneca tidak hanya diduga memicu pembekuan darah, tetapi juga gangguan pendarahan.

Para peneliti menggunakan studi yang sedang berlangsung dengan memberikan pertanyaan seputar efek samping vaksin AstraZeneca pada orang-orang yang sudah menerimanya di seluruh Eropa.

Mereka memberikan para peserta kuesioner yang berisi pertanyaan tentang potensi efek samping vaksin Covid-19. Efek samping ini, termasuk pendarahan kulit, mimisan dan pendarahan di gusi yang dikenal sebagai pendarahan gingiva.

Studi itu pun menemukan bahwa 4 orang dari 2.900 peserta yang menerima vaksin mRNA dari Moderna dan Pfizer melaporkan pendarahan kulit sebagai efek sampingnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Lalu, sekitar 124 orang dari 4.500 peserta mengaku mengalami efek samping yang sama setelah suntik vaksin AstraZeneca. Perbedaan antara mimisan dan gusi berdarah pun cukup mencolok.

Kasus mimisan setelah suntik vaksin mRNA sebesar 0,3 persen dan pendarahan setelah suntik vaksin mRNA sebesar 0,2 persen.

Para peneliti juga mengatakan peserta kohort yang mendapat vaksin adenovector mengalami episode pendarahan secara signifikan yang lebih sering dibandingkan dengan penerima vaksin mRNA.

Selain vaksin yang berbeda, satu-satunya variable lain yang menunjukkan keterkaitan dengan pendarahan adalah jenis kelamin. Secara total, 3,1 persen wanita lebih banyak melaporkan pendarahan kulit dibandingkan dengan 1,3 persen pada pria.

Pada keempat vaksin Covid-19 yang dilansir dari Express, mulai dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson memiliki efek samping yang umum, termasuk:

  1. Nyeri di tempat suntikan
  2. Kelenjar getah bening yang bengkak dan nyeri
  3. Kelelahan
  4. Sakit Kepala
  5. Nyeri otot atau sendi
  6. Mual dan muntah
  7. Demam atau kedinginan

Setidaknya 10 negara Eropa telah menangguhkan atau membatasi suntik vaksin Covid-19 tertentu. Austria adalah negara pertama yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca, setelah 1 orang usia di bawah 50 tahun meninggal karena pembekuan darah setelah suntikan pertama vaksin.

Denmark, Islandia dan Norwegia juga turut menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah kejadian tromboemboli lebih lanjut, termasuk kematian seorang wanita di Denmark.

Gejala yang dilaporkan termasuk pembekuan darah yang parah di pembuluh darah besar dan kecil, jumlah trombosit yang rendah dan perdarahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Buka Suara Terkait Vaksin Nusantara dan Berita Hits Lainnya

Menkes Budi Buka Suara Terkait Vaksin Nusantara dan Berita Hits Lainnya

Health | Senin, 19 April 2021 | 09:00 WIB

Vaksin Covid-19 Gratis untuk Lansia dan Tenaga Pengajar, Daftar Yuk!

Vaksin Covid-19 Gratis untuk Lansia dan Tenaga Pengajar, Daftar Yuk!

Health | Senin, 19 April 2021 | 08:56 WIB

Seminggu Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Malah Alami Stroke!

Seminggu Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Malah Alami Stroke!

Health | Senin, 19 April 2021 | 08:03 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB