Varian Virus Corona Inggris Lebih Menular, Bagaimana Cara Melindungi Diri?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 21 April 2021 | 14:50 WIB
Varian Virus Corona Inggris Lebih Menular, Bagaimana Cara Melindungi Diri?
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Varian baru virus corona asal Inggris, B.1.1.7 memang sudah menyebar ke banyak negara, termasuk di Indonesia. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), mencatat varian ini sudah mendominasi di Amerika Serikat.

Varian ini tidak hanya lebih mudah ditularkan, beberapa studi menunjukkan virus corona ini dapat menyebabkan Covid-19 yang lebih parah.

Lalu, bagaimana cara agar terlindungi dari varian mengkhawatirkan ini?

Dokter darurat dan profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Institut Milken Universitas George Washington, AS, Leana Wen, mengatakan orang-orang harus waspada.

"Misalnya, jika Anda akan makan di luar ruangan di restoran, periksa untuk memastikan apakah tempat makan tersebut mematuhi protokol kesehatan yakni dengan memberi jarak pada meja," kata Wen, dilansir CNN.

Terutama bagi orang yang belum vaksinasi, untuk menjaga jaraknya dengan orang lain.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Meski kemampuannya bertambah, penyebaran varian ini masih sama seperti strain sebelumnya. Jadi, tindakan pencegahan yang dilakukan masih efektif untuk varian ini.

"Itu berarti mengenakan masker di tempat umum, menjaga jarak fisik, dan menghindari pertemuan di dalam ruangan dengan orang-orang yang bukan anggota rumah," lanjutnya.

Lebih penting lagi untuk vaksinasi segera saat giliran Anda tiba.

Apakah vaksin Covid-19 masih efektif melawan varian virus corona asal Inggris?

"Ya, semua vaksin resmi saat ini memberikan tingkat perlindungan yang baik terhadap B.1.1.7," jelas Wen.

Namun, Wen juga mengingatkan bahwa tidak ada vaksin yang 100% efektif, orang yang vaksinasi Covid-19 memiliki risiko yang lebih kecil untuk sakit Covid-19 atau menjadi sakit parah karenanya.

Tapi memang mungkin ada varian lain yang membuat vaksin menjadi sedikit kurang efektif. Namun, vaksin masih menjadi alat penting untuk mencegah penularan varian lain juga atau varian yang berkembang di masa yang akan datang.

"Virus bermutasi saat bereplikasi. Cara terbaik untuk mencegah virus bermutasi adalah dengan menghentikan penyebarannya. Kami membantu memperlambat dan menghentikan penyebaran saat kami divaksinasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Varian Virus Corona Mutan Telah Masuk Wilayah Hong Kong, Apa Saja?

Tiga Varian Virus Corona Mutan Telah Masuk Wilayah Hong Kong, Apa Saja?

Health | Senin, 19 April 2021 | 16:05 WIB

Varian Virus Corona Afrika Selatan Bisa Lolos dari Kekebalan Vaksin Pfizer

Varian Virus Corona Afrika Selatan Bisa Lolos dari Kekebalan Vaksin Pfizer

Health | Senin, 12 April 2021 | 18:49 WIB

Dikenal Kuat, Varian Virus Corona Afrika Bisa Menembus Vaksin Pfizer

Dikenal Kuat, Varian Virus Corona Afrika Bisa Menembus Vaksin Pfizer

Health | Senin, 12 April 2021 | 10:40 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB