Anak Autisme Ikut Terapi, Orangtua Tak Boleh Berikan Target

M. Reza Sulaiman

Rabu, 21 April 2021 | 15:12 WIB
Anak Autisme Ikut Terapi, Orangtua Tak Boleh Berikan Target
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Anak pengidap autisme tak jarang mengikuti terapi. Namun orangtua wajib ingat, terapi bukan jalan bagi pengidap autisme untuk sembuh.

Dilansir ANTARA, Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Adriana Soekandar Ginanjar mengatakan bahwa penting bagi orang tua untuk tidak memberikan target atau ekspektasi berlebih bagi perkembangan anaknya yang memiliki Autism Spectrum Disorders (ASD).

"Orang tua biasanya berpikir kalau anak sudah diterapi dengan baik, anaknya bisa 'normal', atau ada juga yang gunakan kata 'sembuh', tapi saya lebih suka bilangnya 'berkembang secara optimal', karena ini masalahnya di neurologis," kata Adriana.

Adriana mengatakan, sebaiknya orangtua tidak memiliki target khusus terhadap anak yang diterapi.

"Memang susah bagi orang tua untuk menargetkan anak umur sekian harus bisa melakukan hal tertentu, dan memang orang tua harus belajar soal penanganan anaknya seperti apa, targetnya apa, dan jangan serahkan semua ke terapis, karena tiap terapi punya tujuan tertentu," ujarnya menambahkan.

Ada pun sejumlah metode atau terapi yang diterapkan untuk anak autisme biasanya berbentuk terapi individual, ada terapi sensori integrasi, terapi tingkah laku, hingga terapi wicara.

Sebelum anak dengan autisme bisa masuk sekolah umum, biasanya orang tua sudah memberikan terapi terlebih dahulu sehingga anak bisa mengejar keterlambatannya.

"Perlu diingat bahwa ada mereka yang bisa mengatasi masalahnya itu, tapi ada juga yang masalahnya tetap ada dan lanjutnya ke sekolah khusus. Penanganan individual perlu dilakukan di awal tapi evaluasi terus dilakukan oleh orang tua , terapis dan guru," kata Adriana.

Di sisi lain, psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa orang tua juga perlu realistis akan tumbuh-kembang anak, dibarengi dengan fokus dan risikonya.

"Dilakukan sambil jalan. Jangan terlalu (punya ekspektasi) yang gimana-gimana. Setiap anak itu unik. Dia punya proses berkembang sendiri, dan punya keistimewaan sendiri. Ruang itu perlu diisi dengan ekspektasi yang realistis," kata Diah.

baca juga

Tidak memiliki ekspektasi yang tinggi kepada anak dengan autisme, menurut Diah juga berperan untuk mereduksi rasa lelah dan stres dari orang tua ketika mengasuh anaknya.

"Ini memang berangkat dari diri kita sendiri. Melihat bagaimana anak bertemu potensinya, mengetahui kelebihan dia apa. Karena yang menjadikan (pendampingan) melelahkan adalah karena kita punya ekspektasi tinggi," kata dia.

"Tapi, memang boleh memiliki target tertentu, tapi harusnya disesuaikan dengan keadaan. Memiliki ekspektasi itu wajar, orang tua punya rencana tertentu juga wajar, dan ketika tidak tercapai merasa sedih. Boleh sedih, tapi kita harus bangkit lagi," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf

Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

Hari Autisme Sedunia: Melihat Dunia dari Mata Sam yang Bikin Kamu Sadar Kalau Beda Itu Indah

Hari Autisme Sedunia: Melihat Dunia dari Mata Sam yang Bikin Kamu Sadar Kalau Beda Itu Indah

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 20:10 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:40 WIB

Air Mata Paul Scholes Saat Cerita Tentang Putra Autisnya: Saya Ingin Dia Bahagia

Air Mata Paul Scholes Saat Cerita Tentang Putra Autisnya: Saya Ingin Dia Bahagia

Bola | Sabtu, 01 November 2025 | 12:24 WIB

Apa Itu Tylenol: Obat yang Diklaim Donald Trump Bisa Bikin Autis

Apa Itu Tylenol: Obat yang Diklaim Donald Trump Bisa Bikin Autis

Health | Kamis, 25 September 2025 | 08:27 WIB

Terkini

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 17:12 WIB

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:07 WIB

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:00 WIB

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:52 WIB

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:45 WIB

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 16:41 WIB

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:38 WIB

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:36 WIB

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

×