Bukannya Bikin Kaya, Kerja Lembur Malah Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 21 April 2021 | 18:09 WIB
Bukannya Bikin Kaya, Kerja Lembur Malah Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi seorang lelaki begadang atau kerja lembur di kantor. (Shutterstock)

Suara.com - Jam kerja yang menyimpang dari jam tubuh alami dikaitkan dengan risiko penyakit jantung kardiovaskular. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru yang dipresentasikan di ESC Preventive Cardiology 2021, sebuah kongres ilmiah online European Society of Cardiology (ESC).

"Studi kami menemukan bahwa untuk setiap jam jadwal kerja (tambahan) yang tidak sinkron dengan jam tubuh karyawan akan memperburuk risiko penyakit jantung," kata penulis studi Dr Sara Gamboa Madeira dari Universitas Lisbon, Portugal seperti yang dikutip dari Healtshots.

Sejumlah penjelasan menunjukkan bahwa kerja di luar jam tubuh bisa berefek pada gangguan tidur dan perilaku tidak sehat. Studi ini berfokus pada peran ketidakselarasan sirkadian yang merupakan perbedaan antara jam sosial (misalnya jadwal kerja) dan jam biologis individu.

“Kita semua memiliki jam biologis internal yang terdiri dari dua jenis, pertama mereka yang merasa waspada dan produktif di pagi hari dan mengantuk di malam hari dan mereka yang produktif di malam hari. Ketidaksejajaran siklus tubuh terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara apa yang diinginkan tubuh dan apa yang dibebankan oleh kewajiban sosial Anda,” ujar dokter Gamboa.

Misalnya siklus tubuh Anda menginginkan tidur di jam 10 malam, tapi harus lembur bekerja hingga tengah malam.

Studi tersebut melibatkan 301 pekerja kantoran. Staf selalu bekerja shift pagi (6 pagi hingga 3 sore), larut malam (3 sore hingga tengah malam), dan malam (9 malam hingga 6 pagi). Partisipan mengisi kuesioner tentang faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan), faktor pekerjaan (jadwal kerja, senioritas), dan faktor gaya hidup serta dilakukan pengukuran tekanan darah dan kolesterol.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tidak sesuai jam kerja dan jam tubuh secara signifikan dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar berada di kelompok dengan risiko penyakit kardiovaskular tinggi. Peluang diklasifikasikan sebagai risiko kardiovaskular tinggi meningkat sebesar 31 persen untuk setiap jam tambahan kerja.

“Hasil ini menambah bukti yang berkembang bahwa ketidaksejajaran sirkadian dapat menjelaskan hubungan yang ditemukan antara kerja shift dan hasil kesehatan yang merugikan," kata dokter Gamboa.

"Temuan menunjukkan bahwa staf dengan jadwal kerja yang tidak biasa mungkin memerlukan pemantauan lebih intens untuk kesehatan jantung," imbuhnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada 3 Kondisi Ini

Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada 3 Kondisi Ini

Health | Selasa, 20 April 2021 | 13:03 WIB

Wanita yang Terbangun di Malam Hari Berisiko Meninggal Muda, Kok Bisa?

Wanita yang Terbangun di Malam Hari Berisiko Meninggal Muda, Kok Bisa?

Health | Selasa, 20 April 2021 | 12:11 WIB

Konsumsi Daging Olahan Picu Penyakit Kardiovaskular Hingga Kematian

Konsumsi Daging Olahan Picu Penyakit Kardiovaskular Hingga Kematian

Health | Kamis, 01 April 2021 | 18:50 WIB

Terkini

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:50 WIB

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:46 WIB

15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna

15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Jawa Tengah | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17 WIB

×