Studi: Kerja Shift dan Jadwal Kerja Tak Teratur Pengaruhi Sistem Kekebalan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 21 April 2021 | 20:58 WIB
Studi: Kerja Shift dan Jadwal Kerja Tak Teratur Pengaruhi Sistem Kekebalan
ilustrasi pekerja shift (elements envato)

Suara.com - Bekerja secara shift dan pekerjaan yang jadwalnya tidak teratur dapat menyebabkan beberapa masalah yang berhubungan dengan kesehatan dan memengaruhi pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Masalah terkait kesehatan ini terjadi karena jam alami tubuh, yang disebut ritme sirkadian, terganggu oleh perubahan jadwal tidur-bangun yang tidak konsisten akibat pola kerja shift.

"Karena sistem kekebalan kita dipengaruhi oleh ritme sirkadian, kemampuan kita untuk meningkatkan respon kekebalan berubah sepanjang hari," ujar penulis studi Anita Layton, profesor Matematika Terapan, Ilmu Komputer, Farmasi dan Biologi di University of Waterloo.

"Seberapa besar kemungkinan melawan infeksi yang terjadi di pagi hari daripada di tengah hari? Jawabannya tergantung pada apakah Anda seorang pria atau wanita, dan apakah termasuk seperempat dari pekerja yang memiliki jadwal tidak teratur," sambungnya, dilansir Medical Xpress.

Para peneliti menciptakan model komputasi baru, secara terpisah untuk pria dan wanita, yang mensimulasikan interaksi antara ritme sirkadian dan sistem kekebalan.

Ilustrasi pekerja. (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi pekerja. (Pixabay/kaboompics)

Model tersebut terdiri dari gen core clock, protein yang berkaitan, dan mekanisme peraturan mediator pro serta antiinflamasi.

Hasil simulasi komputer ini menyimpulkan respons imun bervariasi dengan waktu infeksi. Simulasi model menunjukkan bahwa waktu sebelum kita tidur adalah waktu terburuk untuk terkena infeksi.

Itu adalah periode hari ketika tubuh kita paling tidak siap untuk memproduksi mediator pro dan antiinflamasi yang dibutuhkan selama infeksi.

Jenis kelamin juga memengaruhi tingkat keparahan infeksi pada seseorang.

baca juga

"Kerja shift kemungkinan besar mempengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Dibandingkan dengan wanita, sistem kekebalan pada pria lebih rentan terhadap aktivasi berlebihan, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sepsis setelah infeksi pada waktu yang tidak tepat," jelas rekan peneliti Stéphanie Abo, kandidat di Departemen Matematika Terapan Waterloo.

Studi yang berjudul Modeling the circadian regulation of the immune system: sexually dimorphic effects of shift work ini diterbitkan dalam jurnal PLoS Computational Biology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Waspada, Kerja Shift Malam Meningkatkan Risiko Kanker

Studi: Waspada, Kerja Shift Malam Meningkatkan Risiko Kanker

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 13:58 WIB

Kerja Shift Malam, Ikuti Anjuran Penting Ahli Gizi Ini

Kerja Shift Malam, Ikuti Anjuran Penting Ahli Gizi Ini

Jawa Tengah | Selasa, 12 Januari 2021 | 04:40 WIB

Kerja Shift Malam, Ahli Gizi Ingatkan untuk Jaga Pola Makan

Kerja Shift Malam, Ahli Gizi Ingatkan untuk Jaga Pola Makan

Bali | Senin, 11 Januari 2021 | 23:25 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×