Studi: Waspada, Kerja Shift Malam Meningkatkan Risiko Kanker

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 10 Maret 2021 | 13:58 WIB
Studi: Waspada, Kerja Shift Malam Meningkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi. (shuttertsock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Washington State University telah menemukan bahwa pekerja shift malam berisiko lebih tinggi terkena jenis kanker tertentu dibandingkan dengan mereka yang bekerja pada jam-jam biasa. Penelitian ini telah diterbitkan pada Journal of Pineal Research secara online.

Melansir dari Healthshots, temuan menunjukkan bahwa shift malam mengganggu ritme alami 24 jam dalam aktivitas gen terkait kanker tertentu. Pekerja shift malam lebih rentan terhadap kerusakan DNA sekaligus menyebabkan mekanisme perbaikan DNA tubuh tidak tepat waktu untuk menangani kerusakan.

Penelitian ini melibatkan eksperimen laboratorium terkontrol yang menggunakan sukarelawan sehat di mana melakukan simulasi shift malam atau jadwal shift siang. Meskipun penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan, penemuan ini suatu hari nanti dapat digunakan untuk membantu mencegah dan mengobati kanker pada pekerja shift malam.

"Ada banyak bukti bahwa kanker lebih umum terjadi pada pekerja shift malam. Dalam hal ini, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan kerja shift malam sebagai kemungkinan karsinogenik," kata rekan penulis Shobhan Gaddameedhi, seorang profesor di Departemen Ilmu Biologi dan Pusat Kesehatan Manusia dan Lingkungan North Carolina State University.

Karsiogenik adalah faktor risiko penyebab kanker. Analisis sel darah putih yang diambil dari sampel darah menunjukkan bahwa ritme banyak gen terkait kanker berbeda pada kondisi shift malam dibandingkan dengan kondisi shift siang.

Khususnya, gen yang terkait dengan perbaikan DNA yang kehilangan ritme mereka dalam kondisi shift malam.

Ilustrasi: Begadang, lembur, kerja shift malam. (Shutterstock)
Ilustrasi: Begadang, lembur, kerja shift malam. (Shutterstock)

Para peneliti kemudian melihat apa konsekuensi dari perubahan ekspresi gen terkait kanker. Mereka menemukan bahwa sel darah putih yang diisolasi dari darah peserta shift malam menunjukkan lebih banyak bukti kerusakan DNA dibandingkan dengan partisipan shift siang.

Artinya, sel darah putih dari peserta shift malam lebih rentan terhadap kerusakan eksternal akibat radiasi, faktor risiko yang diketahui untuk kerusakan DNA dan kanker.

"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa jadwal shift malam membuang waktu ekspresi gen terkait kanker dengan cara yang mengurangi efektivitas proses perbaikan DNA tubuh," kata rekan penulis Jason McDermott, seorang ilmuwan komputasi dari Divisi Ilmu Biologi Laboratorium Nasional Pacific Northwest.

"Pekerja shift malam menghadapi kesenjangan kesehatan yang cukup besar, mulai dari peningkatan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular hingga gangguan kesehatan mental dan kanker," kata rekan penulis senior Hans Van Dongen, seorang profesor di WSU Elson S. Floyd College of Medicine dan direktur WSU Sleep and Performance Research Center.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Sebabkan Kanker, Pekerjaan Shift Malam Disebut Karsinogenik

Studi: Sebabkan Kanker, Pekerjaan Shift Malam Disebut Karsinogenik

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 07:58 WIB

Sering Kerja Shitf Malam, Awas Risiko Kanker Meningkat

Sering Kerja Shitf Malam, Awas Risiko Kanker Meningkat

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 16:35 WIB

Mulia! Pemain Man United Lelang Jersey untuk Biayai Anak Penderita Kanker

Mulia! Pemain Man United Lelang Jersey untuk Biayai Anak Penderita Kanker

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 12:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB