Migrain sebelum Paruh Baya Tingkatkan Risiko Hipertensi Pascamenopause

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 22 April 2021 | 17:01 WIB
Migrain sebelum Paruh Baya Tingkatkan Risiko Hipertensi Pascamenopause

Suara.com - Perempuan yang mengalami migrain sebelum menopause mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi setelah menopause. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology.

"Migrain adalah gangguan yang melemahkan, seringkali mengakibatkan sakit kepala yang parah dalam sebulan, dan biasanya dialami lebih sering oleh perempuan daripada pria," kata penulis studi Gianluca Severi, Ph.D. dari Institut Riset Kesehatan dan Medis Nasional Prancis di Paris seperti yang dikutip dari Medical Xpress.

"Migrain paling banyak terjadi pada perempuan di tahun-tahun sebelum menopause. Setelah menopause, lebih sedikit perempuan yang mengalami migrain, namun hal ini terjadi ketika prevalensi tekanan darah tinggi pada perempuan meningkat," imbuhnya.

Menurut Severi, migrain merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, mereka ingin menentukan jika riwayat migrain dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi setelah menopause.

Melansir dari Medical Xpress, studi tersebut melibatkan 56.202 perempuan yang tidak memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular pada usia ketika menopause mereka dimulai. Dari kelompok ini, 46.659 perempuan tidak pernah mengalami migrain dan 9.543 wanita pernah mengalami migrain.

Para perempuan ditindaklanjuti hingga 20 tahun dan menyelesaikan survei kesehatan setiap dua hingga tiga tahun. Pada akhir penelitian, 11.030 perempuan dilaporkan mengalami migrain.

Sebanyak 12.501 perempuan mengalami tekanan darah tinggi selama penelitian. Ini termasuk 9.401 perempuan tanpa migrain dan 3.100 perempuan dengan migrain.

Perempuan dengan migrain juga mengalami tekanan darah tinggi pada usia yang lebih muda dibandingkan perempuan tanpa migrain. Usia rata-rata diagnosis untuk perempuan tanpa migrain adalah 65 tahun dan untuk perempuan dengan migrain adalah 63 tahun.

Setelah menyesuaikan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh , tingkat aktivitas fisik, dan riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular. Peneliti menemukan bahwa perempuan yang mengalami migrain sebelum menopause memiliki risiko 29 persen lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi setelah menopause.

Peneliti menemukan risiko terkena tekanan darah tinggi serupa pada perempuan migrain dengan aura dan tanpa migrain.

"Ada banyak cara di mana migrain dapat dikaitkan dengan tekanan darah tinggi," kata Severi.

Studi tersebut tidak menunjukkan bahwa migrain menyebabkan tekanan darah tinggi setelah menopause. Ini hanya menunjukkan hubungan antara keduanya.

Keterbatasan penelitian ini adalah migrain dilaporkan sendiri oleh perempuan dan mungkin salah diklasifikasikan. Tekanan darah tinggi juga dilaporkan sendiri, yang berarti beberapa kasus mungkin terlewat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Stres Memicu Munculnya Migrain? Ini Penjelasan Pakar

Bisakah Stres Memicu Munculnya Migrain? Ini Penjelasan Pakar

Health | Rabu, 21 April 2021 | 09:52 WIB

Studi: Rutin Olahraga Cegah Risiko Serangan Jantung Pada Pasien Hipertensi

Studi: Rutin Olahraga Cegah Risiko Serangan Jantung Pada Pasien Hipertensi

Health | Selasa, 20 April 2021 | 04:15 WIB

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari 4 Jenis Makanan Ini

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari 4 Jenis Makanan Ini

Your Say | Minggu, 18 April 2021 | 14:47 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB