Kelemahan dan Kelebihan Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 25 April 2021 | 13:45 WIB
Kelemahan dan Kelebihan Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Meski dipercaya ampuh untuk mencegah kondisi lebih berat pada pasien Covid-19, namun terapi konvalesen juga dianggap memiliki kekurangan.

Dokter spesialis anestesiologi dan reaminasi Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, Sp.An menganalogikan terapi plasma konvalesen dan vaksin Covid-19 sebagai teman lama dan teman baru bagi manusia.

"Plasma konvalesen ini seperti teman lama, kalau vaksin seperti teman baru. Jadi teman lama itu selalu ada kalau lagi berantem sama teman baru. Jadi terapi plasma konvalesen ini merupakan emergency exit selama ini tidak ada obatnya," papar Dokmon, sapaan akrab dokter Theresia Monica, dalam webinar 'Jejak Perempuan Inspirasi Indonesia' dari BCA, Sabtu (24/4/2021) kemarin.

Sementara itu, vaksin Covid-19 menjadi proteksi utama bagi masyarakat yang belum pernah terinfeksi virus corona Covid-19, lanjut Dokmon.

"Intinya kelebihannya (terapi plasma konvalesen) di sini adalah dia bisa mengobati dan spesifik terhadap virus. Tetapi kelemahannya, dia itu mempunyai persyaratan yang cukup harus dipenuhi," lanjutnya.

Persyaratan sebagai pendonor plasma konvalesen cukup spesifik. Di antaranya, harus penyintas Covid-19 yang sudah 14 hari bebas dari gejala. Penyintas harus dinyatakan sembuh atau PCR negatif dua kali dan diutamakan laki-laki yang belum pernah menerima transfusi darah.

Dokmon mengatakan, penyintas Covid-19 perempuan boleh menjadi pendonor plasma konvalesen selama antibodinya mencukupi. Mereka juga harus belum pernah melahirkan dan belum pernah menerima transfusi darah.

"Karena perempuan yang sudah pernah hamil atau sudah pernah menerima transfusi darah, pernah keguguran atau pun pernah punya anak, ia kemungkinan di dalam tubuhnya ada HLA (human leukocyte antigen), faktor lain yang kemungkinan bisa jadi penyebab reaksi alergi paru-paru berat," jelasnya.

"Tapi kalau perempuan masih single, belum pernah menerima transfusi darah, ya oke saja selama kadar antibodinya mencukupi," tambah Dokmon.

baca juga

Namun seperti pengobatan medis pada umumnya, diakui Dokmon bahwa terapi plasma konvalesen juga ada efek sampingnya.

"Efek samping itu pasti ada pada setiap metode. Resikonya itu sama seperti transfusi darah pada umumnya, yaitu alergi dari ringan ke berat. Alergi yang berat itu dicegah dengan persyaratan yang tadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Tularkan Covid-19 ke 22 Orang, Seorang Pria di Spanyol Ditangkap

Diduga Tularkan Covid-19 ke 22 Orang, Seorang Pria di Spanyol Ditangkap

News | Minggu, 25 April 2021 | 13:05 WIB

AS Kirim Pekerja Medis ke India Bantu Atasi 'Tsunami' Covid-19

AS Kirim Pekerja Medis ke India Bantu Atasi 'Tsunami' Covid-19

News | Minggu, 25 April 2021 | 12:02 WIB

Aktivitas Para Santri saat Pesantren Kilat di Bulan Ramadhan

Aktivitas Para Santri saat Pesantren Kilat di Bulan Ramadhan

Foto | Minggu, 25 April 2021 | 12:00 WIB

Terkini

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 12:37 WIB

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:32 WIB

Film Pendek Heartbeat Tayang di Netflix, Angkat Isu Depresi dari POV Anak

Film Pendek Heartbeat Tayang di Netflix, Angkat Isu Depresi dari POV Anak

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:30 WIB

Karhutla Bukan Ulah Individu, WALHI: Ini Bencana Struktural

Karhutla Bukan Ulah Individu, WALHI: Ini Bencana Struktural

News | Senin, 02 November 2026 | 12:30 WIB

Tak Lagi Fokus ke Belanda, PSSI Bidik Pemain Keturunan Indonesia di 5 Negara

Tak Lagi Fokus ke Belanda, PSSI Bidik Pemain Keturunan Indonesia di 5 Negara

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:28 WIB

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:27 WIB

Sinopsis Bass X Machina, Anime Steampunk tentang Marsekal Pemburu Bayaran

Sinopsis Bass X Machina, Anime Steampunk tentang Marsekal Pemburu Bayaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:26 WIB

Bukan Cuma Kasur Empuk, Ini yang Dicari Wisatawan Saat Memilih Hotel

Bukan Cuma Kasur Empuk, Ini yang Dicari Wisatawan Saat Memilih Hotel

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:22 WIB

Bocchi the Rock Umumkan Film Anime 2027, Nijika dan Seika Jadi Pusat Cerita

Bocchi the Rock Umumkan Film Anime 2027, Nijika dan Seika Jadi Pusat Cerita

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:20 WIB

Angkat Kisah Heroik Aw Tjoei Lan, Teater Njonja Atie Soetji Sukses Curi Perhatian di Jakarta

Angkat Kisah Heroik Aw Tjoei Lan, Teater Njonja Atie Soetji Sukses Curi Perhatian di Jakarta

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 12:19 WIB

×