Ingin Bedah Jantung dengan Sayatan Minimal? Ini Syaratnya!

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 09:17 WIB
Ingin Bedah Jantung dengan Sayatan Minimal? Ini Syaratnya!
Ilustrasi bedah jantung (Pixabay)

Suara.com - Luka bekas sayatan operasi kerap menjadi perhatian paska-bedah. Untungnya, kegelisahan serupa tak perlu lagi dikhawatirkan oleh pasien bedah jantung.

Sebab kini tersedia operasi bedah jantung dengan sayatan minimal yang hanya akan menimbulkan luka sepanjang lima sentimeter. 

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV (K) mengatakan, pasien jantung yang menjalani bedah sayatan minimal memiliki sejumlah persyaratan.

"Memang ada kriteria tertentu dalam melakukan operasi sayatan minimal. Karena memang lapangan operasi kita terbatas, maka kita harus memberi pasien tertentu yang tidak masuk kategori high risk," kata dokter Amin dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (26/4/2021).

Pasien jantung jika ingin melakukan operasi sayatan minimal disarankan tidak menunggu hingga kondisi gawat.

Namun kata dr. Amin, umumnya kebiasaan masyarakat Indonesia adalah menunda datang ke rumah sakit untuk menjalankan operasi. 

Sehingga rawan datang ke rumah sakit dalam kondisi tahap akhir atau fungsi pompa sudah jantung menurun. Kondisi seperti inilah membuat pasien sangat tidak disarankan untuk dilakukan operasi sayatan minimal.

"Tidak seperti di luar negeri, mereka mungkin masyarakatnya aware dengan kesehatan. Jadi masih tahap dini, mereka sudah berobat ke dokter. Apalagi cover asuransinya juga bagus. Itu yang membedakan kita dengan negara maju lainnya," ucapnya.

Selain itu, pasien jantung dengan kondisi high risk dan memiliki kelainan pada banyak katup juga tidak boleh melakukan operasi sayatan minimal. 

"Kadang-kadang kerusakan pada katup jantung itu bisa tiga bahkan empat katup. Jadi kalau sudah melibatkan terlalu banyak katup, kita tidak melakukan operasi teknik jantung seperti ini. Memang kriteria tertentu yang harusnya kita memilih kira-kira metode apa yang terbaik."

"Di tim bedah jantung, kita memang memiliki tim work. Segala keputusan bukan dilakukan secara personal, kita selalu memilih kira-kira apa yang terbaik untuk pasien," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Semengerikan Dulu, Luka Sayat Bedah Jantung Saat Ini Hanya Selebar 5CM

Tak Semengerikan Dulu, Luka Sayat Bedah Jantung Saat Ini Hanya Selebar 5CM

Health | Senin, 26 April 2021 | 14:38 WIB

Ini Kelebihan Luka Sayatan Minimal untuk Pasien Jantung

Ini Kelebihan Luka Sayatan Minimal untuk Pasien Jantung

Health | Senin, 26 April 2021 | 13:09 WIB

Pangeran Philip Meninggal, Sebelumnya Sempat Operasi Jantung

Pangeran Philip Meninggal, Sebelumnya Sempat Operasi Jantung

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 18:31 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB