Dihantam Tsunami Covid-19, Sistem Kesehatan India Langsung Kolaps

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 29 April 2021 | 15:30 WIB
Dihantam Tsunami Covid-19, Sistem Kesehatan India Langsung Kolaps
Naga Sadhus, atau pria suci Hindu berenang di sungai Gangga saat Shahi Snan pada "Kumbh Mela", atau Pitcher Festival, di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Haridwar, India, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/djo

Suara.com - Suasana penanganan Covid-19 di India tengah mencekam lantaran lonjakan kasus positif yang mencapai satu juta dalam waktu seminggu.

Alhasil, sistem kesehatan India ambruk dan tidak berdaya. Hal tersebut membuat warga India berbondong-bondong mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 secara online.

"Situasinya mengerikan, benar-benar mengerikan, semua orang ketakutan, bisa jadi saat saya berbincang dengan seseorang hari ini, orang tersebut besok tidak bisa bertemu karena positif Covid-19," ujar Manoj Garg salah seorang warga New Delhi, mengutip Channel News Asia, Kamis (29/4/2021).

Jutaan warga India berjuang keras untuk mendaftar vaksinasi massal yang akan dimulai pemerintah setempat akhir pekan ini.

Menurut Menteri Delhi, Arvind Kejriwal pada gelombang kedua tsunami Covid-19 ini, orang yang sakit Covid-19 cenderung lebih parah dan lebih lama sembuh sehingga semakin mengancam sistem kesehatan India.

"Gelombang saat ini sangat berbahaya. Ini sangat menular, dan mereka yang tertular tidak bisa pulih dengan cepat. Dalam kondisi ini, bangsal perawatan intensif sangat dicari," terangnya.

Pendaftaran program vaksinasi massal akan dibuka pada Rabu mendatang terhadap semua orang yang berusia 18 tahuh ke atas, dan penyuntikkan dimulai pada Sabtu, 1 Mei 2021 mendatang.

Sayangnya, India sebagai salah satu negara produsen vaksin terbesar di dunia belum memiliki stok yang mencukupi untuk lebih dari 600 juta warganya. Padahal penyuntikkan vaksin pada orangtua dan orang dengan penyakit komorbid masih sedang dilakukan.

Banyak orang yang mencoba mendaftar tapi mengeluh tidak bisa, alias gagal untuk mendapatkan slot penyuntikkan. Bahkan situs pendaftaran online tidak bisa diakses akibat banyaknya warga yang mendaftar.

baca juga

"Mereka (pemerintah) memberi tahu kami bahwa suntikan tidak tersedia, karena vaksin belum ada," ujar Pushpa Goswami salah satu penduduk Bumbai yang sudah berusaha mendaftar sejak tiga hari lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid di India Terus Menebar Maut: Kremasi Massal Tak Dapat Dihindari

Covid di India Terus Menebar Maut: Kremasi Massal Tak Dapat Dihindari

News | Kamis, 29 April 2021 | 14:49 WIB

Wabah di India Makin Parah, Singapura Kirim Hercules Bawa Bantuan

Wabah di India Makin Parah, Singapura Kirim Hercules Bawa Bantuan

Batam | Kamis, 29 April 2021 | 14:47 WIB

Minta Bantuan Oksigen di Twitter, Pria Ini Malah Dituntut ke Pengadilan

Minta Bantuan Oksigen di Twitter, Pria Ini Malah Dituntut ke Pengadilan

News | Kamis, 29 April 2021 | 14:47 WIB

Terkini

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 21 September 2026 | 13:21 WIB

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:15 WIB

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:13 WIB

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:09 WIB

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:08 WIB

×