India Produksi Banyak Tabung Oksigen Tapi Masih Kekuarangan, Apa Alasannya?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 30 April 2021 | 12:30 WIB
India Produksi Banyak Tabung Oksigen Tapi Masih Kekuarangan, Apa Alasannya?
Ilustrasi para pekerja tengah memeriksa tabung oksigen. [Instagram]

Suara.com - Lonjakan infeksi virus corona Covid-19 yang tengah melanda India membuat sistem kesehatan mereka kewalahan akibat kekurangan oksigen secara massal.

Oksigen memang sangat dibutuhkan terutama untuk perawatan pasien Covid-19 yang sakit parah, yang mengalami hipoksemia atau kadar oksigen rendah dalam darah.

"Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa hingga seperempat pasien yang dirawat di rumah sakit membutuhkan terapi oksigen dan hingga dua pertiga dari mereka yang berada di unit perawatan intensif," kata spesialis kesehatan masyarakat Rajib Dasgupta dikutip dari Channel News Asia.

"Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memperbaiki sistem pasokan oksigen di rumah sakit karena ini adalah penyakit yang menyerang paru-paru," imbuhnya.

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, para ahli kesehatan telah lama memperingatkan tentang kekurangan oksigen medis di India dan negara-negara miskin lainnya untuk mengobati pneumonia.

Tetapi pemerintah India selama bertahun-tahun, dianggap gagal menginvestasikan cukup uang untuk infrastruktur semacam itu, kata para ahli.

India sebenarnya memproduksi cukup oksigen dengan jumlah lebih dari 7.000 ton sehari. Tetapi sebagian besar untuk keperluan industri, dan telah dialihkan untuk kebutuhan medis.

Hambatannya, oksigen cair pada suhu yang sangat rendah harus diangkut dengan tanker kriogenik ke distributor, yang kemudian diubah menjadi gas untuk mengisi silinder. Dan India kekurangan kapal tanker kriogenik.

Kapal tanker khusus semacam itu, ketika diisi, harus diangkut melalui jalan darat dan bukan melalui udara untuk alasan keamanan.

Sebagian besar produsen oksigen berada di timur India, sementara permintaan yang melonjak terjadi di kota-kota termasuk pusat keuangan Mumbai di barat dan ibu kota Delhi di utara.

"Rantai pasokan harus disesuaikan untuk memindahkan oksigen medis dari wilayah tertentu yang memiliki kelebihan pasokan ke wilayah yang membutuhkan lebih banyak pasokan," kata kepala salah satu pemasok oksigen medis terbesar India, Inox Air Products, Siddharth Jain, kepada AFP.

Sementara itu, banyak rumah sakit tidak memiliki pabrik oksigen di tempat. Penyebabnya karena infrastruktur yang buruk, kurangnya keahlian dan biaya tinggi.

Akhir tahun lalu, India mengeluarkan tender untuk pabrik oksigen di tempat untuk rumah sakit. Tapi rencana itu tidak pernah ditindaklanjuti, lapor media lokal.

Pemerintah mengimpor pabrik dan kapal tanker pembangkit oksigen bergerak, membangun lebih dari 500 pabrik baru dan membeli konsentrator oksigen portabel. Industri telah diperintahkan oleh pemerintah untuk tidak menggunakan oksigen cair.

Pasokan oksigen dibawa ke daerah yang terkena dampak paling parah dengan menggunakan layanan kereta api khusus.

Militer juga telah dimobilisasi untuk mengangkut kapal tanker dan pasokan lainnya di dalam negeri dan dari sumber internasional. Pasokan medis darurat - termasuk oksigen cair, kapal tanker kriogenik, konsentrator, dan ventilator - diterbangkan dari negara lain dalam upaya bantuan besar-besaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa Program PKL yang Diduga Kuat Positif Covid-19 Mudik Diam-diam

Siswa Program PKL yang Diduga Kuat Positif Covid-19 Mudik Diam-diam

Jabar | Jum'at, 30 April 2021 | 11:36 WIB

Belajar dari India, Indonesia Perlu Perkuat Protokol Kesehatan

Belajar dari India, Indonesia Perlu Perkuat Protokol Kesehatan

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 11:34 WIB

Badan POM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm

Badan POM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 11:29 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB