Cegah Paparan Covid-19 di Sekolah, Ini Saran Guru Besar FKUI

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 03 Mei 2021 | 20:59 WIB
Cegah Paparan Covid-19 di Sekolah, Ini Saran Guru Besar FKUI
Suasana sekolah tatap muka di SMAN 21 Makassar, Jumat 9 April 2021 / [SuaraSulsel.id / Humas Pemprov Sulsel]

Suara.com - Butuh pertimbangan untuk memulai sekolah tatap muka dalam kondisi pandemi Covid-19, terutama dalam pengendalian kasus positif. Agar tak terjadi paparan Covid-19 di sekolah, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), Msi., mengungkap bahwa syarat utama membuka sekolah tatap muka dengan terkendalinya kasus baru terkonfirmasi Covid-19 dan angka kematian di wilayah tersebut harus turun terus menerus selama dua pekan atau lebih.

"Lebih baik jika tidak ada kasus baru. Kalau masih fluktuatif, tunda dulu," ujar Prof. Soedjatmiko, dalam diskusi Satgas Covid-19, Senin (3/5/2021).

Dia menambahkan, sebelum sekolah dibuka, Komite Sekolah harus memastikan kesiapan para guru dan sarana di sekolah. Antara lain, desinfektan meja, kursi, pintu, hingga dinding. Juga disarankan perbanyak wastafel dengan air mengalir dan sabun. Sementara para guru diarahkan untuk mengatur murid-murid ketika datang atau pulang tidak saling bermain.

Prof. Soedjatmiko mengingatkan, meski vaksinasi bisa melindungi guru, namun jika terinfeksi Covid-19 dan kalau jumlah virusnya banyak, maka bisa menularkan ke murid.

"Kalau bisa semua guru PCR dulu, yang positif dikarantina. Guru dan murid yang demam, batuk, pilek, diare, berobat dulu, istirahat 3-5 hari," katanya.

Persiapan lainnya adalah ada pengaturan jumlah, jarak, dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat di dalam kelas. Prof. Soedjatmiko menyarankan perlu juga ada pembatasan dengan tali antara kursi untuk kelas 1 dan 2 SD supaya anak tidak berjalan-jalan saling mendekat di dalam kelas.

"Kalau sekolah belum siap, sebaiknya sekolah ditunda dulu," katanya.

Sementara itu, lanjutnya, ada beberapa hal juga yang harus disiapkan orangtua dan anak sebelum sekolah tatap muka dimulai. Yakni, masker yang sesuai dengan ukuran wajah anak, dalam jumlah cukup, dan melatih anaknya membiasakan memakai masker terus menerus selama beberapa jam.

Orangtua juga harus melatih anaknya segera cuci tangan dengan benar ketika baru sampai sekolah, sebelum pulang, dan sampai di rumah juga melatih anak jangan berdekatan dengan orang lain, di jalan dan di sekolah.

"Kalau orangtua dan anak belum siap, tunda sekolah," tegas Prof. Soedjatmiko.

Terakhir, dia juga menyebut, pembukaan sekolah harus dilakukan bertahap dimulai dari perguruan tinggi dan SMA terlebih dahulu selama 1-2 pekan. Jika selama itu protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik dan tidak terjadi klaster Covid-19, maka bisa dilanjut di tingkat SMP. Begitu seterusnya, hingga berlanjut ke tingkat SD kelas 4, 5, dan 6.

"Kalau mereka patuh dan tidak terjadi klaster di kelas, lanjut di kelas 1, 2, dan kelas 3. Kalau tidak terjadi klaster, bisa dilanjutkan buka PAUD, KB, dan TK. Karena peserta PAUD KB TK dan siswa kelas 1-2 mungkin paling sulit untuk mematuhi protokol kesehatan," kata Prof. Soedjatmiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ruang Inap Pasien Covid-19 di Kepri Terancam Tak Mencukupi

Ruang Inap Pasien Covid-19 di Kepri Terancam Tak Mencukupi

Batam | Senin, 03 Mei 2021 | 20:32 WIB

Muncul Zona Merah, Sri Sultan Minta Satgas Covid-19 Tiga Kabupaten Tegas

Muncul Zona Merah, Sri Sultan Minta Satgas Covid-19 Tiga Kabupaten Tegas

Jogja | Senin, 03 Mei 2021 | 20:09 WIB

Awas Alat Tes Swab Bekas, Begini Cara Mengenalinya

Awas Alat Tes Swab Bekas, Begini Cara Mengenalinya

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 18:50 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB