Vaksinasi dengan Pfizer dan Moderna, Ibu Hamil Tularkan Kekebalan ke Janin

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 04 Mei 2021 | 09:35 WIB
Vaksinasi dengan Pfizer dan Moderna, Ibu Hamil Tularkan Kekebalan ke Janin
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Perempuan hamil yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna Covid-19 tampaknya mentransfer antibodi pelindung ke bayi mereka. Hal ini dinyatakan dalam studi yang terbit pada Obstetrics & Gynecology.

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti menilai 122 wanita hamil yang menerima vaksin. Mereka juga menganalisis darah tali pusat bayi perempuan pada saat lahir.

Antibodi yang membantu ditemukan pada 99 persen darah tali pusat bayi yang ibunya menerima dosis vaksin kedua dan pada 44 persen dari mereka yang ibunya menerima satu dosis.

"Menerima dua dosis sebelum kelahiran akan meningkatkan kemungkinan transfer antibodi ke bayi," kata penulis utama Dr. Malavika Prabhu, direktur asosiasi persalinan dan persalinan di Weill Cornell Medicine, New York.

"Temuan ini menggembirakan bagi perempuan hamil yang ingin melindungi dirinya dan bayinya dari Covid-19," kata Prabhu dalam rilis berita rumah sakit.

Studi tersebut juga menemukan bahwa vaksin memicu produksi antibodi pada perempuan hamil lima hari setelah dosis pertama. Sementara transfer antibodi melalui plasenta ke bayi dimulai setelah 16 hari setelah dosis pertama.

Semakin tinggi level antibodi seorang ibu, semakin tinggi level antibodi bayinya. Selain itu, semakin lama vaksinasi, semakin besar kemungkinan ibu dan bayinya memiliki antibodi yang dapat dideteksi.

"Studi tersebut menyarankan bahwa perempuan yang sedang hamil tidak boleh menunda mendapatkan kedua dosis vaksin jika mereka memiliki akses ke vaksinasi," kata penulis senior studi Dr. Yawei Jenny Yang, asisten profesor patologi dan kedokteran laboratorium di Weill Cornell Medicine.

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

"Memastikan jumlah waktu yang cukup antara vaksinasi dan kelahiran memastikan bahwa perempuan hamil memiliki cukup waktu untuk meningkatkan respons antibodi serta waktu yang cukup untuk meneruskan antibodi melalui darah tali pusat," jelas Yang.

Prabhu mengatakan temuan itu menggembirakan. Namun, peneliti masih tidak tahu tingkat antibodi apa yang melindungi terhadap Covid-19. Mereka juga belum tahuberapa lama antibodi pelindung akan bertahan, baik untuk ibu maupun bayinya.

"Untuk saat ini, cara teraman untuk melindungi bayi baru lahir dari Covid-19 adalah terus menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak dan penggunaan masker," kata Prabhu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Deretan Negara yang Alami Lonjakan Kasus

Update Covid-19 Global: Deretan Negara yang Alami Lonjakan Kasus

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 09:11 WIB

Ustadz Solmed Jatuh Miskin Selama Pandemi, Jual Barang Buat Sambung Hidup

Ustadz Solmed Jatuh Miskin Selama Pandemi, Jual Barang Buat Sambung Hidup

Bogor | Selasa, 04 Mei 2021 | 09:02 WIB

Bill Gates Enggan Berbagi Teknologi Vaksin Covid-19 ke Negara Berkembang

Bill Gates Enggan Berbagi Teknologi Vaksin Covid-19 ke Negara Berkembang

Tekno | Selasa, 04 Mei 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB