Kasus Sate Sianida, Berapa Lama Racun Ini Bereaksi Sampai Terjadi Kematian?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 04 Mei 2021 | 18:51 WIB
Kasus Sate Sianida, Berapa Lama Racun Ini Bereaksi Sampai Terjadi Kematian?
Ilustrasi sate [Shutterstock]

Suara.com - Motif pelaku kasus sate sianida yang menewaskan bocah SD asal Sewon, Bantul, Yogyakarta telah terungkap. Pelaku bernama Nani Aprilliani (25) sengaja mengirim sate beracun untuk targetnya, Tomy karena sakit hati.

Mulanya, Nani meminta Bandiman, seorang driver ojol secara offline untuk mengantar sate beracun sianida itu ke rumah Tomy. Ia juga meminta Bandiman menyampaikan ke Tomy, bahwa sate itu kiriman dari Hamid, warga Pakualaman.

Karena Tomy menolak, Bandiman pun membawa pulang sate tersebut ke rumahnya untuk dimakan bersama Istri dan anaknya. Nahasnya, anak Bandiman justru meregang nyawa karena sate itu mengandung racun sianida.

Dilansir dari Hellosehat, paparan sianida dalam jangka pendek bisa menyebabkan iritasi pada hidung dan selaput lendir. Bila konsentrasi sianida lebih dari 5 mg/m3, kabut sianida alkali ini bisa menyebabkan luka dan pendarahan pada hidung.

Bila seseorang menyerap racun sianida dalam jumlah cukup, mereka bisa mengalami efek sistemik yang sama seperti orang terpapar racun sianida jangka pendek.

Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5/2021).  ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Polisi menunjukkan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Paparan senyawa sianida dalam konsentrasi rendah dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan penurunan selera makan, sakit kepala, kelemahan, mual, pusing dan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas.

Selain itu, menelan sianida dalam jumlah banyak juga bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran mendadak. Kondisi ini sering kali disertai kejang dan kematian, yang terjadi dalam jangka waktu 1-15 menit.

Umumnya, dosis racun sianida yang mematikan tergantung pada senyawa dan beberapa faktor lainnya. Setengah gram sianida yang tertelan bisa membunuh orang dewasa dengan berat badan 80 kg.

Kebanyakan orang yang keracunan sianida meninggal dunia tidak terdiagnosis cepat dan gejalanya tidak terdeteksi sejak awal. Kondisi ini disebabkan oleh keracunan hebat dalam dosis tinggi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Kasus Sate Beracun, Kenali Tanda-Tanda Orang Keracunan Sianida!

Heboh Kasus Sate Beracun, Kenali Tanda-Tanda Orang Keracunan Sianida!

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 17:18 WIB

Fakta  Baru Sate Sianida Nani Apriliani, Sudah Nikah Siri dengan Aiptu Tomi

Fakta Baru Sate Sianida Nani Apriliani, Sudah Nikah Siri dengan Aiptu Tomi

Bali | Selasa, 04 Mei 2021 | 15:30 WIB

Motif Sakit Hati, Kriminolog UGM Saran Periksa Kejiwaan Pelaku Sate Beracun

Motif Sakit Hati, Kriminolog UGM Saran Periksa Kejiwaan Pelaku Sate Beracun

Jogja | Selasa, 04 Mei 2021 | 15:23 WIB

Terkini

Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas

Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal

Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:05 WIB

WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor

WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah

Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×