alexametrics

Klaim Tak Ada Kasus Virus Corona, Korea Utara Sebut Vaksin Tak Mujarab

M. Reza Sulaiman
Klaim Tak Ada Kasus Virus Corona, Korea Utara Sebut Vaksin Tak Mujarab
Bendera Korea Utara. [Sazali Ahmad / AFP]

Pemerintah Korea Utara menyebut vaksin COVID-19 bukanlah obat mujarab untuk menghentikan pandemi. Kok bisa?

Suara.com - Pemerintah Korea Utara menyebut vaksin COVID-19 bukanlah obat mujarab untuk menghentikan pandemi.

Pernyataan ini muncul usai surat kabar setempat menyebut hingga kini, tak ada kasus virus Corona yang terdeteksi di Korea Utara.

Dilansir ANTARA, pemerintah Korea Utara memperingatkan kemungkinan pertempuran panjang melawan virus corona.

Negara itu belum secara resmi mengonfirmasi adanya infeksi, meskipun para pejabat Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan, karena Korea Utara memiliki hubungan perdagangan dan antarmasyarakat dengan China, sebelum menutup perbatasannya awal tahun lalu.

Baca Juga: 1,5 Juta Warga Malaysia Sudah Divaksin Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa, mengatakan pandemi malah memburuk, meskipun vaksin sudah dikembangkan.

Vaksin anti virus corona baru yang diperkenalkan secara kompetitif oleh berbagai negara pernah dianggap sebagai secercah harapan bagi umat manusia karena dianggap dapat mengakhiri perang melawan penyakit menakutkan ini, sebut media itu.

"Tetapi situasi di banyak negara dengan jelas membuktikan bahwa vaksin tidak pernah menjadi obat mujarab universal," kata surat kabar tersebut, yang mengutip laporan berita tentang meningkatnya jumlah kasus baru di luar negeri dan masalah keamanan.

Surat kabar Korea Utara itu mendesak orang-orang untuk bersiap menghadapi pandemi yang berkepanjangan, menggambarkannya sebagai "kenyataan tak terhindarkan" yang memerlukan upaya untuk memperkuat langkah-langkah anti virus serta menumbuhkan loyalitas kepada pemimpin Kim Jong Un dan partainya.

Korea Utara berharap menerima hampir dua juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca pada paruh pertama tahun ini, melalui program berbagi vaksin global COVAX.

Baca Juga: Kota Batam Kembali Catat 50 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari

Namun, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Korea Utara Edwin Salvador mengatakan pada April bahwa pengiriman vaksin ditunda karena kekurangan pasokan, mengutip Aliansi Vaksin GAVI.

Komentar