Stres Bisa Pengaruhi Detak Jantung, Begini Cara Mengelolanya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 12 Mei 2021 | 04:30 WIB
Stres Bisa Pengaruhi Detak Jantung, Begini Cara Mengelolanya!
Ilustrasi stres. [Ema Rohimah]

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 yang berlangsung cukup lama dan mengubah banyak kehidupan manusia, telah membuat sebagian besar orang lebih stres.

Apalagi, kondisi ini membatasi ruang gerak semua orang untuk beraktivitas keluar rumah atau bertemu dengan kerabat guna mencegah penyebaran virus corona.

Pada akhirnya, stres akibat pandemi virus corona ini berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Tanpa disadari, stres juga memberikan efek jangka panjang pada tubuh, termasuk jantung.

Seperti yang kita tahu, stres salah satu penyebab utama penyakit jantung. Bahkan, stres ringan bisa menyebabkan masalah jantung, seperti aliran darah yang buruk ke otot jantung.

Sedangkan, stres jangka panjang bisa menyebabkan pembekuan darah yang berakibat fatal, seperti stroke. Karena itu, penting mengetahui bahaya stres pada jantung dan cara mencegahnya.

Ilustrasi Jantung/freepik/jcomp
Ilustrasi Jantung/freepik/jcomp

Cara stres memengaruhi jantung

Stres bisa memengaruhi perilaku dan faktor-faktor kondusifitas jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol, merokok, aktivitas fisik dan obesitas.

"Orang boleh saja mengonsumsi alkohol untuk mengurangi stres secepat mungkin, tapi itu bisa meningkatkan tekanan darah dan merusak dinding arteri jantung," kata Dr. Mohan Nair, Kepala dan Koordinator, Departemen Kardiologi dikutip dari Times of India.

Stres itu sendiri menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung akibat paparan stres kronis pada tubuh. Tingkat hormon stres yang tinggi, seperti hormon adrenalin dan kortisol bisa memengaruhi pembekuan darah yang bisa menyebabkan risiko masalah jantung, seperti jantung berdebar atau detak jantung abnormal.

Aritmia mengacu pada detak jantung yang tidak normal. Jika jantung berdetak terlalu cepat atau lambat, ini mengindikasikan masalah atau kelainan pada sistem kelistrikan jantung.

Jantung biasanya berdetak tanpa suara dan kebanyakan dari kita tidak memperhatikan ritmenya. Namun, sensasi sederhana di jantung mungkin merupakan tanda peringatan potensi aritmia. Gejala lainnya termasuk pusing, sesak napas, nyeri dada, pusing, lemas dan pingsan.

Cara mengendalikan stres

Tubuh merespons stres melalui manifestasi seperti sakit kepala, memeriksa punggung, atau sakit perut. Stres juga dapat menurunkan tingkat energi, mengganggu pola tidur dan membuat Anda merasa aman, pelupa, dan tidak terkendali.

Anda bisa mengatasi stres dengan cara-cara sederhana berikut ini:

  1. Bersikap positif
  2. Berbicara atau bercerita
  3. Konsumsi makanan sehat dan seimbang antara sayuran dan buah
  4. Jaga berat badan yang sehat
  5. Cukup tidur
  6. Latihan teknik pernapasan dan yoga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Nyeri Dada, Hampir 25 Persen Serangan Jantung Muncul Gejala Berikut

Bukan Nyeri Dada, Hampir 25 Persen Serangan Jantung Muncul Gejala Berikut

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:21 WIB

Dokter: Pasien Gagal Jantung yang Dirawat, 17 Persen Berpotensi Meninggal

Dokter: Pasien Gagal Jantung yang Dirawat, 17 Persen Berpotensi Meninggal

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 16:10 WIB

Pasien Diabetes Berisiko Alami Gagal Jantung, Begitu Pula Sebaliknya

Pasien Diabetes Berisiko Alami Gagal Jantung, Begitu Pula Sebaliknya

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:21 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB