Saat Menjadi Ayah, Ini Perubahan yang Terjadi pada Pria

Rabu, 12 Mei 2021 | 14:20 WIB
Saat Menjadi Ayah, Ini Perubahan yang Terjadi pada Pria
Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Suara.com - Kehamilan dan persalinan menyebabkan banyak perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Tapi, rupanya pria juga bisa mengalami spektrum yang luar dari perubahan fisik dan mental saat akan menjadi ayah.

Ayah juga mengalami roller coaster hormonal dan emosional, kasih sayang yang kuat untuk bayi baru lahir, kecemasan, dan depresi. Bahkan seorang ayah juga bisa mengalami gejala kehamilan yang sulit dipercaya ketika anak-anaknya lahir.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, 5 perubahan tubuh dan pikiran pria setelah mereka menjadi seorang ayah.

1. Tingkat testosteron turun

Tingkat testosteron yang tinggi bertanggung jawab atas ciri-ciri perilaku, seperti agresi, persaingan dan menarik pasangan baru. Saat pria menjadi seorang ayah, tingkat testosteron ini nampaknya menurun dan menunjukkan bahwa semua perhatian pria harus ke keluarganya.

Studi menunjukkan bahwa pria yang sudah memiliki pasangan dan memiliki anak akan memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan pria bujangan atau belum memiliki anak. Ternyata, tubuh pria belajar cara menurunkan kadar testosteron untuk mengubah prioritas pria dan mengubahnya menjadi ayah yang berkomitmen.

Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Picsea)
Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Picsea)

2. Tingkat oksitosin dan dopamin meningkat

Oksitosin dan dopamin adalah dua bahan kimia yang bertanggung jawab untuk membentuk ikatan cinta antara orangtua dan anaknya. Saat kadar testosteron turun, efek positif oksitosin dan dopamin meningkat, yang membuat seorang ayah lebih senang bermain dan berpelukan dengan bayinya.

3. Naik turunnya hormon

Baca Juga: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India

Umumnya, wanita yang paling berisiko mengalami depresi pascapersalinan. Tapi faktanya, pria juga bisa mengalami depresi pascapersalinan anaknya. Hal ini dipengaruhi oleh kadar testosteron yang berperan besar dalam melindungi kita dari perasaan rendah diri.

Saat kadar testosteron itu turun, seorang ayah akan lebih rentan mengalami depresi. Perubahan hormonal yang dibarengi dengan beban tanggung jawab seorang ayah baru membuat laki-laki rentan mengalami masalah kesehatan mental.

4. Perubahan otak

Para ilmuwan mempelajari aktivitas otak pada sekelompok ayah baru selama 4 bulan pertama setelah anaknya lahir. Mereka menemukan ada beberapa perubahan pada materi abu-abut di otak para ayah baru.

Perubahan ini membantu ayah baru mengembangkan keterampilan mengasuh mereka dan membangun ikatan yang kuat dengan bayinya. Interaksi awal antara ayah dan bayinya itulah yang akan membangun hubungan yang kuat antara orangtua dan anak di masa depan.

Selain itu, interaksi orangtua dan anak ini juga memainkan peran besar dalam perkembangan kognitif dan sosial anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI