alexametrics

Saat Menjadi Ayah, Ini Perubahan yang Terjadi pada Pria

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Saat Menjadi Ayah, Ini Perubahan yang Terjadi pada Pria
Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Seorang pria bisa mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya selama istrinya hamil.

Suara.com - Kehamilan dan persalinan menyebabkan banyak perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Tapi, rupanya pria juga bisa mengalami spektrum yang luar dari perubahan fisik dan mental saat akan menjadi ayah.

Ayah juga mengalami roller coaster hormonal dan emosional, kasih sayang yang kuat untuk bayi baru lahir, kecemasan, dan depresi. Bahkan seorang ayah juga bisa mengalami gejala kehamilan yang sulit dipercaya ketika anak-anaknya lahir.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, 5 perubahan tubuh dan pikiran pria setelah mereka menjadi seorang ayah.

1. Tingkat testosteron turun

Baca Juga: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India

Tingkat testosteron yang tinggi bertanggung jawab atas ciri-ciri perilaku, seperti agresi, persaingan dan menarik pasangan baru. Saat pria menjadi seorang ayah, tingkat testosteron ini nampaknya menurun dan menunjukkan bahwa semua perhatian pria harus ke keluarganya.

Studi menunjukkan bahwa pria yang sudah memiliki pasangan dan memiliki anak akan memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan pria bujangan atau belum memiliki anak. Ternyata, tubuh pria belajar cara menurunkan kadar testosteron untuk mengubah prioritas pria dan mengubahnya menjadi ayah yang berkomitmen.

Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Picsea)
Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Picsea)

2. Tingkat oksitosin dan dopamin meningkat

Oksitosin dan dopamin adalah dua bahan kimia yang bertanggung jawab untuk membentuk ikatan cinta antara orangtua dan anaknya. Saat kadar testosteron turun, efek positif oksitosin dan dopamin meningkat, yang membuat seorang ayah lebih senang bermain dan berpelukan dengan bayinya.

3. Naik turunnya hormon

Baca Juga: Brasil Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Ibu Hamil

Umumnya, wanita yang paling berisiko mengalami depresi pascapersalinan. Tapi faktanya, pria juga bisa mengalami depresi pascapersalinan anaknya. Hal ini dipengaruhi oleh kadar testosteron yang berperan besar dalam melindungi kita dari perasaan rendah diri.

Komentar