Overthinking Bukan Penyakit Mental, tapi Bisa Menjadi Tanda Suatu Gangguan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 14 Mei 2021 | 16:45 WIB
Overthinking Bukan Penyakit Mental, tapi Bisa Menjadi Tanda Suatu Gangguan
Meme overthinking. (Instagram/@jonha306)

Suara.com - Banyak orang mengaku bahwa dirinya terlalu sering berpikir atau lebih seringnya orang-orang menyebutnya sebagai 'overthinking'.

Overthinking bukanlah penyakit mental, tetapi bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan mental yang mendasarinya.

"Berpikir dan kekhawatiran yang berlebihan tentu saja bisa menjadi masalah yang melemahkan, Namun, ini bukan gangguan, melainkan gejala dari berbagai gangguan, seperti Kecemasan, Depresi, dan Stres Pasca Trauma (PTSD)," jelas Danielle Haig, Principal Psychologist dari DH Consulting.

Terlalu banyak berpikir cenderung terjadi ketika seseorang mengkhawatirkan sesuatu, pikiran akan bertindak berlebihan dan menghabiskan banyak energi untuk mencari solusi atas suatu masalah, baik yang nyata maupun yang dibayangkan.

"Itu seringkali terbukti melelahkan," lanjut Haig, dilansir Metro UK.

Ilustrasi Overthinking (freepik)
Ilustrasi Overthinking (freepik)

Aktivitas ini bisa menimbulkan masalah jika dilakukan dari waktu ke waktu. Juga, apabila dilakukan secara berlebihan, maka penting untuk mulai mengendalikan pikiran tersebut.

Trainee Art Psychotherapist dari Starleng Arts, Lyni Sargent, juga percaya bahwa penderita gangguan mental mungkin menganggap overthinking sebagai gejala penyakit. Tetapi orang yang tidak sakit pun sering berpikir secara berlebihan.

"Penting untuk tidak berasumsi bahwa seseorang menderita penyakit mental hanya karena satu gejala. Namun, tindakan medis harus tetap dicari jika merasa pikiran tersebut tidak dapat diatasi dan mengalami gejala penyakit mental lain," imbuh Sargent.

Ada banyak cara untuk mengatasi overthinking, cara yang bertujuan menenangkan pikiran dan membantu berpikir jernih.

Haig menekankan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah sadar diri.

"Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengatakan secara lantang, 'berhenti!', sangat membantu ketika megngucapkannya secara verbal untuk memutus pikiran tersebut," saran Haig.

Banyak orang yang overthinking sering mengalihkan perhatiannya dengan melakukan kebiasaan tidak sehat, seperti minum atau makan berlebihan. Haig menyarankan untuk mengubah ke suatu hal yang lebih baik, misalnya membaca, olahraga, meditasi, menari, atau mendengarkan musik.

Apabila suka menulis, menuangkannya dalam bentuk tulisan juga bisa mengatasi overthinking.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebanyakan Mikir? Ini 4 Langkah Sederhana Mengatasi Overthinking

Kebanyakan Mikir? Ini 4 Langkah Sederhana Mengatasi Overthinking

Your Say | Jum'at, 16 April 2021 | 10:57 WIB

Ini 5 Alasan Orang Pintar Susah Jatuh Cinta, Sering Overthinking!

Ini 5 Alasan Orang Pintar Susah Jatuh Cinta, Sering Overthinking!

Your Say | Minggu, 11 April 2021 | 21:22 WIB

Sering Overthinking di Malam Hari? Ketahui Penyebabnya!

Sering Overthinking di Malam Hari? Ketahui Penyebabnya!

Health | Sabtu, 13 Maret 2021 | 07:47 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB