Ilmuwan Jelaskan Hubungan Antara Autoantibodi & Keparahan Infeksi Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 20 Mei 2021 | 08:26 WIB
Ilmuwan Jelaskan Hubungan Antara Autoantibodi & Keparahan Infeksi Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Tingkat keparahan pasien Covid-19 serta gejala long Covid-19 yang terjadi, ternyata salah satunya disebabkan oleh adanya autoantibodi, protein yang melawan jaringan dan organ tubuh yang sehat. Meski demikian, autoantibodi belum tentu terbentuk pada setiap pasien Covid-19.

Ilmuwan dari Universitas Yale, Amerika Serikat, menemukan pada beberapa kasus virus corona, keberadaan autoantibodi dapat merusak jaringan sehat di hati, otak, saluran pencernaan, pembuluh darah, dan trombosit.

Hasil penelitian dicatat dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan pada Rabu (19/5) di jurnal Nature.

Para ilmuwan mengambil sampel darah dari 194 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Yale-New Haven mulai dari tingkat keparahan penyakit dan lusinan kontrol yang tidak terinfeksi. Profesor dan mahasiswa bekerja dengan tim Yale IMPACT (sekelompok dokter dan ilmuwan yang meneliti Covid-19) untuk menganalisis sampel autoantibodi.

Mereka menggunakan teknologi yang disebut Rapid Extracellular Antigen Profiling (REAP) untuk melihat interaksi antara antibodi dan hampir 3.000 protein manusia.

Asisten profesor imunobiologi di Yale dan penulis senior jurnal Aaron Ring mengatakan bahwa autoantibodi tersebut seperti pedang bermata dua.

"Antibodi sangat penting untuk menangkis infeksi, tetapi beberapa pasien Covid-19 juga mengembangkan antibodi yang merusak sel dan jaringan mereka sendiri," jelas Ring dikutip dari Fox News.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi Covid-19 dapat memicu pembentukan autoantibodi, lanjut Ring. Tetapi mungkin beberapa pasien memiliki autoantibodi yang sudah ada sebelumnya sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

"Analisis kami mengungkapkan, lanskap autoantibodi yang luas pada pasien Covid-19 dan mengidentifikasi autoantibodi berbeda yang memberikan hasil imunologis dan klinis yang mencolok," tulis penulis penelitian.

baca juga

"Akhirnya, temuan kami memberikan alasan yang kuat untuk penyelidikan yang lebih luas tentang autoantibodi pada infeksius. patogenesis penyakit," imbuhnya.

Para ilmuwan juga memperkirakan, autoantibodi yang bertahan lama kemungkinan jadi jawaban terjadinya long Covid-19, pasien virus corona yang pulih dari infeksi tetapi terus mengalami efek yang bertahan beberapa bulan kemudian.

"Ini bisa jadi warisan virus yang tidak menguntungkan," kata Ring.

Akiko Iwasaki, salah satu penulis studi dan profesor imunobiologi Waldemar Von Zedtwitz di Universitas Yale, mengatakan temuan tersebut makin mempertegas pentingnya vaksinasi untuk mengurangi risiko efek kesehatan jangka panjang.

“Fakta bahkan infeksi ringan dikaitkan dengan produksi autoantibodi menggarisbawahi potensi konsekuensi kesehatan jangka panjang dari Covid-19,” kata Iwasaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rambut Rontok Pasca Terinfeksi Covid-19? Begini Cara Mengatasinya

Rambut Rontok Pasca Terinfeksi Covid-19? Begini Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 15:10 WIB

7 Rekomendasi Konsep Bangunan untuk Halau Infeksi Covid-19 di Masa Depan

7 Rekomendasi Konsep Bangunan untuk Halau Infeksi Covid-19 di Masa Depan

Lifestyle | Rabu, 28 April 2021 | 08:07 WIB

Meski Plasenta Lindungi Paru, Infeksi Corona saat Hamil Berisiko Komplikasi

Meski Plasenta Lindungi Paru, Infeksi Corona saat Hamil Berisiko Komplikasi

Health | Selasa, 27 April 2021 | 14:21 WIB

Terkini

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 06:05 WIB

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×