Studi: Bayi Laki-Laki Prematur 'Menua' Lebih Cepat dari Umur Sebenarnya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:09 WIB
Studi: Bayi Laki-Laki Prematur 'Menua' Lebih Cepat dari Umur Sebenarnya
Ilustrasi Bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa gen bayi lahir dengan berat sangat rendah (BBLSR) laki-laki yang lahir prematur menua lebih cepat daripada gen bayi laki-laki baru lahir cukup bulan. Ini adalah bagian dari analisis terlama di dunia tentang bayi BBLSR.

Hasil studi menunjukkan mereka rata-rata 4,6 tahun menjadi 'lebih tua' pada usia 30-an dibanding anak laki-laki yang dulunya lahir dengan berat badan normal.

Namun, perbedaan tersebut tidak ditemukan pada bayi BBLSR perempuan. Menurut peneliti, hasil studinya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bayi laki-laki prematur mungkin lebih sensitif terhadap stres prenatal.

"Meskipun tidak jelas mengapa penuaan biologis hanya terjadi pada bayi BBLSR laki-laki, ini menunjukkan bahwa paparan saat prenatal memainkan peran penting dalam penuaan," kata dokter dan ahli saraf Ryan Van Lieshout, dari McMaster University, Kanada.

Bayi yang tergolong BBLSR adalah yang beratnya kurang dari satu kilogram saat lahir, sedikit di bawah sepertiga berat normal rata-rata bayi yang dilahirkan cukup bulan.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Berdasarkan Science Alert, subjek penelitian ini adalah bayi BBLSR yang lahir pada 1977 hingga 1982. Mereka secara teratur ditindaklanjuti oleh ilmuwan sejak saat kelahiran.

Tidak ada rumus pasti untuk mengukur penuaan biologis, tetapi berbagai sinyal dalam tubuh dapat dinilai sebagai panduan, termasuk panjang telomer, segmen DNA yang terletak pada ujung kromosom sel eukariot.

Fungsi utama telomer adalah untuk melindungi DNA dari kerusakan dan mempertahankan kestabilan kromosom.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa penuaan ekstra ini terjadi pada bayi laki-laki BBLSR dan bukan perempuan, dan apakah itu terkait dengan apa yang terjadi sebelum kelahiran.

"Perubahan ini dapat memiliki implikasi penting dalam hal penuaan dini, kerentanan penyakit, dan kematian, serta menyoroti kebutuhan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan pada bayi yang lahir prematur di seluruh rentang hidup," simpul para peneliti.

Selain faktor dari lahir ini, ada beberapa kebiasaan yang juga memengaruhi kecepatan penuaan secara biologis, seperti waktu tidur dan olahraga, pola makan, kebiasaan merokok, hingga ikatan sosial pada lingkungan sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bun, Lakukan 4 Hal Ini Jika ASI Tak Keluar Saat Bayi Lahir

Bun, Lakukan 4 Hal Ini Jika ASI Tak Keluar Saat Bayi Lahir

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 18:41 WIB

Hits Kesehatan: Penyebab Bayi Lahir Prematur, Tips Bugar Sampai Tua

Hits Kesehatan: Penyebab Bayi Lahir Prematur, Tips Bugar Sampai Tua

Health | Kamis, 08 April 2021 | 10:05 WIB

Bayi Lahir Caesar Punya Mikrobiota Usus Lebih Rendah, Tapi Jangan Khawatir

Bayi Lahir Caesar Punya Mikrobiota Usus Lebih Rendah, Tapi Jangan Khawatir

Health | Selasa, 06 April 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB