WHO: Kasus Kematian Global akibat Terlalu Banyak Bekerja Meningkat

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:48 WIB
WHO: Kasus Kematian Global akibat Terlalu Banyak Bekerja Meningkat
Ilustrasi Bekerja (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Sebuah studi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, jam kerja yang panjang dan kerja berlebihan kemungkinan besar menyebabkan peningkatan ratusan ribu kematian setiap tahun di seluruh dunia. Masalahnya pun dinilai semakin parah.

Pada 2016, peneliti memperkirakan sekitar 745.000 orang meninggal akibat stroke dan penyakit jantung iskemik terkait jam kerja yang lebih dari 55 jam seminggu, meningkat 29 persen dibandingkan angka yang sama pada 2000.

Bekerja 55 jam seminggu atau lebih meningkatkan risiko stroke hingga 35 persen dibanding bekerja 35 hingga 40 jam seminggu. Risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik pun lebih besar 17 persen.

"Bekerja 55 jam atau lebih per minggu merupakan bahaya kesehatan yang serius," kata Maria Neira, Direktur Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan di WHO, dilansir Science Alert.

"Sudah waktunya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini," sambungnya.

Ilustrasi Pria Bekerja. (freepik.com/pressfoto)
Ilustrasi Pria Bekerja. (freepik.com/pressfoto)

Penyakit dan kematian terkait pekerjaan sangat umum pada pria dengan rentang usia 60 hingga 74 tahun, terutama pada orang yang tinggal di wilayah Pasifik Barat dan kawan Asia Tenggara.

Meski studi hanya mengalami peningkatan hingga 2016, WHO menilai situasi tidak mungkin membaik sejak saat itu. Terlebih dengan adanya pandemi virus corona ini.

"Pandemi Covid-19 telah secara signifikan mengubah cara banyak orang bekerja. Banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan operasi untuk menghemat uang, dan orang-orang yang masih dalam daftar gaji akhirnya bekerja lebih lama," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Karenanya, WHO mendorong pemerintah dan pengusaha untuk memperhatikan tanda peringatan dalam penelitian ini, dengan menetapkan aturan seputar batas waktu dan jam kerja yang fleksibel, serta memungkinkan pembagian pekerjaan antar pekerja.

baca juga

"Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyetujui batasan untuk melindungi kesehatan pekerja," tandas Tedros.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satpam Gagah Main Perosotan Tangga saat Penat Bekerja, Warganet Gemas

Satpam Gagah Main Perosotan Tangga saat Penat Bekerja, Warganet Gemas

Hits | Kamis, 13 Mei 2021 | 16:24 WIB

Bekerja Freelance Pilihan Tepat Untuk Introvert, Mengapa?

Bekerja Freelance Pilihan Tepat Untuk Introvert, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Mei 2021 | 22:29 WIB

Bekerja Sewajarnya, Ini 4 Tips Atasi Toxic Productivity

Bekerja Sewajarnya, Ini 4 Tips Atasi Toxic Productivity

Your Say | Kamis, 06 Mei 2021 | 12:27 WIB

Terkini

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Festival Gandrung Sewu 2026, Siswi Sekolah Rakyat Tampil Memukau Bersama Ribuan Penari

Festival Gandrung Sewu 2026, Siswi Sekolah Rakyat Tampil Memukau Bersama Ribuan Penari

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Investasi Rp1,6 Triliun Kabur, Kok IHSG Malah Ngamuk 4 Hari Beruntun?

Investasi Rp1,6 Triliun Kabur, Kok IHSG Malah Ngamuk 4 Hari Beruntun?

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Ariana Grande Pertanyakan Kata Kokopan yang Viral Usai Pidato Prabowo

Ariana Grande Pertanyakan Kata Kokopan yang Viral Usai Pidato Prabowo

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Makna Lirik Lagu 'Coba Lagi': Pengingat Harapan saat Berada di Titik Terendah

Makna Lirik Lagu 'Coba Lagi': Pengingat Harapan saat Berada di Titik Terendah

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:00 WIB

5 Rekomendasi Basic Skincare Sariayu agar Wajah Lembap dan Kenyal

5 Rekomendasi Basic Skincare Sariayu agar Wajah Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi

Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Sambal Bawang hingga Cumi Hitam, Pilihan Sambal Kemasan dengan Cita Rasa Nusantara

Sambal Bawang hingga Cumi Hitam, Pilihan Sambal Kemasan dengan Cita Rasa Nusantara

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini

Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Pahlawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Alami Nasib Tragis di Liga Inggris

Pahlawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Alami Nasib Tragis di Liga Inggris

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×