Beda Isolasi Mandiri dan Karantina Mandiri, Jitu Mana untuk Stop Pandemi?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:22 WIB
Beda Isolasi Mandiri dan Karantina Mandiri, Jitu Mana untuk Stop Pandemi?
Ilustrasi isolasi mandiri/karantina mandiri. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda, kini kita sering mendengar istilah isolasi mandiri dan karantina mandiri. Kedua cara ini disebut punya andil besar kendalikan pandemi di satu negara. Lantas apa sih bedanya isolasi mandiri dan karantina mandiri?

Berdasarkan siaran pers Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Kamis (20/5/2021), karantina diberlakukan untuk orang sehat dan tidak punya gejala Covid-19, namun sudah melakukan kontak erat dengan kasus positif Covid-19. Atau orang sehat yang baru saja melakukan perilaku berisiko seperti berkerumun dan aktif melakukan perjalanan saat pandemi.

Sedangkan isolasi diberlakukan bagi orang yang memiliki gejala atau sudah pasti dinyatakan terinfeksi Covid-19, dari hasil swab test PCR yang dinyatakan positif Covid-19.

Baik karantina mandiri maupun isolasi mandiri dilakukan paling sebentar 5 hari dan paling lama 21 hari. Untuk lokasinya, biasanya dilakukan di rumah atau di tempat khusus seperti hotel.

Isolasi di rumah sakit hanya untuk pasien positif Covid-19 yang membutuhkan perawatan khusus, karena punya gejala berat, seperti sesak napas, kesulitan bernapas, bahkan hingga pingsan. Atau memiliki sakit komorbid seperti jantung, diabetes, hipertensi, autoimun dan sebagainya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, mengatakan baik isolasi mandiri atau karantina mandiri terbukti efektif menekan laju penularan Covid-19 hingga 64 persen, khususnya bagi yang baru selesai melakukan perjalanan seperti aktivitas mudik lebaran 2021.

"Cara utama yang dapat dilakukan sekaligus sikap tanggungjawab, melalui isolasi mandiri di fasilitas kesehatan secara terpusat, khususnya bagi pelaku perjalanan yang terdeteksi positif saat testing acak di titik-titik penyekatan," papar Wiku di Graha BNPB beberapa waktu lalu.

Fakta ini selaras dengan studi Kucharsky et al (2020) berdasarkan BBC Pandemic Data, yang menyatakan sebanyak 40.162 orang di Inggris melakukan isolasi mandiri di dalam rumah, efeknya menurunkan peluang penularan Covid-19 di masyarakat sebanyak 29 persen.

Efek isolasi mandiri di fasilitas isolasi terpusat, menurunkan peluang penularan sebesar 35 persen. Efek isolasi mandiri sekaligus karantina dalam 1 rumah akan menurunkan peluang penularan sebesar 37 persen.

baca juga

Sedangkan jika isolasi mandiri dan karantina dalam 1 rumah dilaksanakan dengan tracing dapat menurunkan peluang penularan sebesar 64 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penambahan Kasus Covid-19 di Bogor Usai Libur Lebaran

Penambahan Kasus Covid-19 di Bogor Usai Libur Lebaran

Foto | Jum'at, 21 Mei 2021 | 06:35 WIB

Satgas Covid-19: Karyawan Mudik Wajib Karantina Mandiri 5 Hari

Satgas Covid-19: Karyawan Mudik Wajib Karantina Mandiri 5 Hari

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 08:00 WIB

Bupati Langkat Terbit Rencana Jalan Isolasi Mandiri

Bupati Langkat Terbit Rencana Jalan Isolasi Mandiri

Sumut | Senin, 17 Mei 2021 | 16:41 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×