Kemenkes: 50 Persen Pasien Covid-19 Punya Komorbid Hipertensi

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 24 Mei 2021 | 19:40 WIB
Kemenkes: 50 Persen Pasien Covid-19 Punya Komorbid Hipertensi
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Infeksi virus corona bukan satu-satunya masalah kesehatan yang dihadapi pasien Covid-19 dengan komorbid atau penyakit penyerta. Pasien yang sebelumnya telah memiliki penyakit terdahulu bisa berisiko alami kondisi lebih berat jika terinfeksi Covid-19 juga.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa komorbid paling banyak yang terdapat pada pasien Covid-19 adalah hipertensi

"Satgas Covid-19 mengamati sekitar 4.047 kasus konfirmasi Covid. Kemudian dari data itu ternyata diketahui 50 persen atau sekitar 2 ribuan dari kasus covid ternyata memiliki penyakit penyerta hipertensi," kata Koordinator penyakit jantung dan pembuluh darah Kemenkes dr. Ratna Budi Hapsari, MKM., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (24/5/2021).

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Dari data tersebut diketahui bahwa hipertensi menjadi komorbit terbanyak yang disandang oleh pasien Covid-19, lanjut Ratna. Menurutnya hal tersebut perlu menjadi perhatian setiap orang untuk melakukan gaya hidup agar terhindar dari risiko hipertensi. Juga disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19.

Ratna mengatakan, dari pengamatan Satgas Covid diketahui bahwa kondisi hipertensi bisa mempengaruhi kondisi intensif dari pasien selama perawatan.

"Salah satu hal yang harus dipegang pola makan sehat. Itu harus mengandung tinggi serat juga buah yang cukup. Kemenkes mengedepankan promosi kesehatan komposisi ikuti isi Piringku. Itu porsinya sudah seimbang karbo, protein, dan sayur," ucap Ratna. 

Selain itu yang perlu juga diingat, bukan memastikan nutrisi seimbang tapi juga memperhatikan kadar gula, garam, dan lemak tidak berlebihan. Bukan sekadar untuk menegah hipertensi, Ratna menyampaikan, tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula, garam, dan lemak juga baik dalam pencegahan penyakit tidak menular lain seperti diabetes, jantung, hingga obesitas.

"Kadar gula, garam, dan lemak yang dianjurkan adalah gula empat sendok makan per orang per hari, garam satu sendok teh per orang per hari, untuk lemak lima sendok makan per orang per hari," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembelaan Dewi Perssik, Dituduh Langgar Prokes saat Nyanyi di Kudus

Pembelaan Dewi Perssik, Dituduh Langgar Prokes saat Nyanyi di Kudus

Entertainment | Senin, 24 Mei 2021 | 18:54 WIB

Klaster Covid-19 Kampung Jokowi Bertambah, Ini Langkah Gibran

Klaster Covid-19 Kampung Jokowi Bertambah, Ini Langkah Gibran

Surakarta | Senin, 24 Mei 2021 | 18:37 WIB

Peneliti Singapura Bikin Alat Tes Covid-19 yang Menggunakan Sampel Napas

Peneliti Singapura Bikin Alat Tes Covid-19 yang Menggunakan Sampel Napas

Health | Senin, 24 Mei 2021 | 18:42 WIB

Terkini

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:41 WIB

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

×