Berapa Lama Antibodi Bertahan di Dalam Tubuh Setelah Terinfeksi Covid-19?

Vania Rossa

Jum'at, 28 Mei 2021 | 06:38 WIB
Berapa Lama Antibodi Bertahan di Dalam Tubuh Setelah Terinfeksi Covid-19?
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Sudah lebih dari setahun sejak dunia berjuang melawan pandemi Covid-19. Sementara para ilmuwan masih terus berupaya memecahkan misteri tentang virus corona. Salah satunya dengan upaya vaksinasi yang kini sedang berlangsung.

Vaksinasi bertujuan untuk mendapatkan antibodi dari virus corona, sehingga seseorang diharapkan tidak mudah tertular, dan kalaupun tertular hanya bergejala ringan.

Namun pertanyaannya kini, berapa lama antibodi bertahan setelah seseorang sembuh dari infeksi?

Dilansir dari Times of India, selama ini para ahli kesehatan menyarankan orang-orang yang tertular infeksi untuk mendapatkan vaksin tiga bulan setelah sembuh.

Namun, sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Washington University School of Medicine di St.Louis dan diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa berbulan-bulan setelah pulih dari kasus ringan infeksi Covid-19, orang-orang masih memiliki sel-sel kekebalan dalam tubuh mereka yang mengeluarkan antibodi. Studi tersebut juga menemukan bahwa sel-sel semacam itu dapat bertahan seumur hidup, memompa antibodi sepanjang waktu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa kasus Covid-19 ringan membuat orang memiliki perlindungan antibodi yang tahan lama dan kemungkinan untuk mengalami infeksi berulang sangatlah rendah.

Tahun lalu, laporan mengatakan bahwa antibodi berkurang dengan cepat setelah infeksi, yang diartikan bahwa kekebalan yang didapat tidak bertahan lama. Namun nyatanya, antibodi turun setelah infeksi akut, namun tidak turun ke nol. Sebaliknya, kadar antibodi tetap stabil.

Selama penelitian, sel antibodi ditemukan pada manusia bahkan setelah 11 bulan terinfeksi, yang merupakan jangka waktu yang cukup lama.

Setelah infeksi virus, sebagian besar sel kekebalan penghasil antibodi mati dan terjadi penurunan kadar antibodi darah. Meskipun sedikit, sel-sel kekebalan penghasil antibodi ini, yang juga disebut sel plasma berumur panjang, bermigrasi ke sumsum tulang dan menetap di dalamnya. Dari sana, sel-sel tersebut terus mengeluarkan antibodi tingkat rendah dan membantu melawan jika ada virus berikutnya yang masuk.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa sudah terinfeksi Covid-19 tidak menjamin Anda tidak akan tertular lagi. Virus ini baru dan sedikit tidak dapat diprediksi. Jadi, pastikan Anda mengikuti semua pedoman kesehatan yang disarankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat, Tes Antibodi Usai Vaksinasi Wajib Dilakukan Sesuai Prosedur

Ingat, Tes Antibodi Usai Vaksinasi Wajib Dilakukan Sesuai Prosedur

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 17:48 WIB

Warga India Terinfeksi Covid-19 Varian Baru B.1617.2 Masih Jalani Isolasi

Warga India Terinfeksi Covid-19 Varian Baru B.1617.2 Masih Jalani Isolasi

News | Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:17 WIB

Perlukah Tes Antibodi Usai Vaksin Covid-19 Lengkap? Ini Kata Dokter Paru

Perlukah Tes Antibodi Usai Vaksin Covid-19 Lengkap? Ini Kata Dokter Paru

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 17:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB