Ingat, Tes Antibodi Usai Vaksinasi Wajib Dilakukan Sesuai Prosedur

M. Reza Sulaiman

Selasa, 25 Mei 2021 | 17:48 WIB
Ingat, Tes Antibodi Usai Vaksinasi Wajib Dilakukan Sesuai Prosedur
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Tes antibodi kini semakin marak dilakukan usai mendapatkan vaksinasi COVID-19. Padahal menurut pakar, tes antibodi tidak boleh dilakukan sembarangan.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mendorong penggunaan alat pengukur kadar antibodi setelah imunisasi COVID-19 yang aman, efektif dan merupakan produk buatan Indonesia.

"Untuk mengetahui bahwa kadar antibodi yang terbentuk itu sudah cukup atau belum itu maka perlu ditentukan cara mengukurnya," kata Wiku dalam seminar virtual (webinar) Mengukur Imunitas Pascavaksinasi: Urgensi dan Manfaat, Jakarta, Selasa.

Selain tiga kriteria tersebut, Wiku menuturkan ada kriteria lain sebagai pertimbangan pemilihan alat ukur antibodi setelah imunisasi COVID-19 yakni alat ukur bekerja dengan cepat dan dapat dibeli dengan harga terjangkau.

Kemudian, alat ukur antibodi tersebut dapat diciptakan dan diproduksi dengan memberdayakan peneliti dan industri Indonesia. Kebutuhan untuk alat mengukur kadar antibodi diharapkan dapat dipenuhi dari dalam negeri sehingga mendukung kemandirian bangsa dan mengurangi ketergantungan impor.

"Kalau bisa produk buatan Indonesia dan memberdayakan industri lokal, ini semuanya berkaitan dengan kemandirian bangsa," tuturnya.

Wiku mengatakan orang yang sudah diberi dosis vaksin lengkap akan membentuk kekebalan berupa antibodi terhadap virus secara spesifik. Kadar antibodi yang terbentuk diukur sebagai parameter kekebalan individu.

"Antibodi ini menghambat virus menyerang tubuh," ujar Wiku.

Wiku menuturkan gold standard untuk mengukur imunitas adalah dengan Plaque reduction Neutralization Test (PRNT).

baca juga

Menurut Gruyter (2021), waktu pengukuran kadar imunitas individu harus dilakukan secara berkala yakni tujuh hari dan 14 hari setelah vaksin terakhir, dan periodik hingga 6-8 bulan.

Pada acara yang sama, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 (TFRIC-19) yang dibentuk BPPT melalui kerja sama dengan mitra dan lintas institusi berhasil menciptakan alat pengukur kadar antibodi kuantitatif setelah imunisasi COVID-19.

"Hasil dari pengukuran ini akan menjadi satu bagian yang penting terhadap evaluasi kita untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," tutur Hammam.

Melalui TFRIC-19, BPPPT bersama mitra seperti PT Bio Farma dan pakar biomedik berhasil menciptakan perangkat tes antibodi itu dengan berbasis immunofluorescence assay (IFA). Alat tersebut ditargetkan sudah bisa digunakan mulai Juni 2021.

Keberadaan produk tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemeriksaan kekebalan tubuh setelah program vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Produk itu akan menjadi satu kebutuhan penting dalam rangka mengecek kadar antibodi yang terbentuk cukup atau tidak melawan infeksi virus penyebab COVID-19, atau apakah justru seseorang memerlukan booster untuk membentuk antibodi yang dibutuhkan. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

×